Pemotor Ngaku Tentara Saat Ditegur Warga karena Melintas di Trotoar Depok
Warkini.com, Depok — Sebuah video amatir yang merekam adu mulut antara seorang pengendara sepeda motor dengan pejalan kaki viral di media sosial pada akhir pekan ini. Dalam rekaman tersebut, seoran
Warkini.com, Depok — Sebuah video amatir yang merekam adu mulut antara seorang pengendara sepeda motor dengan pejalan kaki viral di media sosial pada akhir pekan ini. Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengendarai motor matik kedapatan melaju di atas trotoar di Jalan Kartini, Kota Depok. Ketika ditegur oleh warga karena tindakannya yang membahayakan pejalan kaki, pemotor itu justru mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Peristiwa ini sontak memicu perbincangan luas di kalangan warganet. Bagaimana tidak, seorang pengendara motor dengan santainya "menjajah" jalur pedestrian yang jelas-jelas diperuntukkan bagi pejalan kaki. Bukannya meminta maaf, pria yang saat itu mengenakan kaus oblong tersebut malah berusaha membela diri dengan klaim sepihak sebagai prajurit. Atas viralnya insiden ini, jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok langsung turun tangan melakukan verifikasi di lapangan.
Hasil Verifikasi TNI: Pelaku Hanyalah Karyawan Swasta
Kepastian soal status pemotor tersebut akhirnya terjawab. Komandan Kodim 0508/Depok Kolonel Ginanjar Wahyutomo secara tegas membantah bahwa pria dalam video itu merupakan bagian dari keluarga besar TNI. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh personelnya, identitas pemotor sudah dikantongi dan dipastikan tidak memiliki kaitan apapun dengan institusi militer.
"Kami cek di lapangan, ternyata yang bersangkutan bukan anggota TNI," ujar Kolonel Ginanjar Wahyutomo saat memberikan keterangan kepada media kami, Minggu (5/7).
Lebih lanjut, Kolonel Ginanjar menjelaskan bahwa pria tersebut murni warga sipil yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta. Saat insiden peneguran terjadi, ia diduga menggunakan identitas palsu hanya untuk menghindari tanggung jawab atau membungkam protes warga yang merasa dirugikan. "Yang bersangkutan adalah karyawan swasta," tegasnya menambahkan.
Pihak Kodim Depok juga menyayangkan adanya oknum masyarakat yang dengan mudahnya mencatut nama institusi TNI untuk menutupi kesalahan pribadi. Tindakan melintas di trotoar merupakan pelanggaran terhadap hak pejalan kaki dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Arogansi pengendara yang mengaku sebagai tentara ini semakin memperburuk citra pengguna jalan di kawasan tersebut.
Viralnya Klaim 'Tentara Gadungan' Bikin Geram Publik
Video yang tersebar di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya itu menggambarkan arogansi yang kian meresahkan publik. Dalam rekaman, pria berbicara dengan nada tinggi saat warga mencoba mengingatkan aturan lalu lintas. Warganet banyak yang menyayangkan mentalitas "jalan pintas" dan pemakaian atribut instansi negara sebagai tameng pribadi. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak ragu melaporkan tindakan serupa kepada pihak berwajib, terutama jika ada indikasi seseorang mengaku sebagai aparat secara ilegal.
Dengan terungkapnya fakta ini, diharapkan tidak ada lagi pengendara yang semena-mena melintas di trotoar, terlebih dengan cara mencatut jabatan atau profesi tertentu. Pihak Polres Metro Depok pun diharapkan segera menindaklanjuti kasus ini, mengingat tindakan tersebut memenuhi unsur pelanggaran lalu lintas dan berpotensi pada pidana pemalsuan identitas jika benar-benar disengaja untuk menakut-nakuti warga.
Comments (0)