Perampok Bobol Museum Lalique Prancis, Perhiasan Senilai Rp 82 Miliar Raib Dicuri
Paris - Aksi perampokan berskala besar terjadi di Museum Lalique, museum khusus pembuat kaca dan kristal mewah ternama asal Prancis. Dalam insiden yang terjadi pada Senin dini hari (6/7/2026) tersebu
Paris - Aksi perampokan berskala besar terjadi di Museum Lalique, museum khusus pembuat kaca dan kristal mewah ternama asal Prancis. Dalam insiden yang terjadi pada Senin dini hari (6/7/2026) tersebut, para pelaku berhasil menggondol koleksi perhiasan dengan nilai fantastis mencapai 4 juta euro atau setara dengan Rp 82,28 miliar. Peristiwa ini sontak mengguncang dunia seni dan keamanan museum di Eropa.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari otoritas setempat, aksi kriminal ini berlangsung sangat cepat dan terencana. Sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat, saat langit di Wingen-sur-Moder, timur laut Prancis, masih gelap, sekelompok perampok berhasil menembus sistem pengamanan museum. Mereka tidak membuang waktu untuk berkeliling ke ruangan lain, melainkan langsung mengarah ke satu titik spesifik yang menjadi target utama.
"Mereka langsung menuju ruang perhiasan. Pergerakan mereka sangat efisien dan sepertinya sudah memperhitungkan detail tata letak museum. Ini jelas bukan aksi acak," kata sumber yang dekat dengan investigasi kepolisian kepada media kami.
Museum Lalique menyimpan sejarah panjang sebagai etalase karya seni dekoratif dan perhiasan kelas dunia. Koleksi yang menjadi sasaran pencurian ini bukan sekadar aksesori biasa, melainkan artefak bernilai tinggi yang dibuat dengan teknik pengerjaan kaca dan kristal khas Lalique yang telah mendunia sejak abad ke-19. Hilangnya koleksi ini bukan hanya kerugian finansial, melainkan juga pukulan telak bagi warisan budaya dan seni kriya Prancis.
Pihak kepolisian setempat saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah petugas diterjunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa rekaman kamera pengaman (CCTV) di sekitar museum dan jalur akses keluar-masuk kota. Hingga berita ini diturunkan, aparat belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah pasti pelaku, modus operandi yang digunakan untuk melumpuhkan sistem alarm, maupun identitas kendaraan yang dipakai untuk melarikan diri.
Kejadian ini menambah daftar panjang perampokan museum yang menyasar koleksi perhiasan mewah. Investigasi masih terus berlangsung untuk melacak keberadaan para tersangka dan mengembalikan artefak tak ternilai tersebut ke tempatnya semula.
Comments (0)