Persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Jambi

Jambi - Umat Hindu di Kota Jambi merayakan Hari Raya Kuningan dengan penuh suka cita dan kekhidmatan. Pelaksanaan persembahyangan berlangsung di Pura Agung Jagatnatha Jambi pada Minggu pagi. Ratusan

Jul 07, 2026 - 23:38
0 0
Persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Jambi

Jambi - Umat Hindu di Kota Jambi merayakan Hari Raya Kuningan dengan penuh suka cita dan kekhidmatan. Pelaksanaan persembahyangan berlangsung di Pura Agung Jagatnatha Jambi pada Minggu pagi. Ratusan umat tampak hadir sejak pagi untuk mengikuti rangkaian ibadah yang merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Galungan.

Hari Raya Kuningan dirayakan tepat sepuluh hari setelah Galungan. Dalam keyakinan Hindu, Kuningan merupakan hari saat para leluhur dan dewa-dewi kembali ke kahyangan setelah sepuluh hari turun ke dunia pada Galungan. Umat mempersembahkan sesaji berupa nasi kuning, buah, dan aneka kue tradisional sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan.

Makna Spiritual Kuningan

Seperti dilaporkan media kami, perayaan Kuningan memiliki filosofi yang dalam. Kuningan berasal dari kata "kunang" yang berarti cahaya. Hari ini dimaknai sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memancarkan cahaya kebajikan. Umat diajak untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari.

"Kuningan adalah momentum untuk menyempurnakan diri. Setelah Galungan kita merayakan kemenangan dharma, sekarang saatnya mengaplikasikan kemenangan itu dalam tindakan nyata. Ini tentang keseimbangan dan harmoni," ujar Pinandita Wayan Sutama, pemuka agama Hindu setempat, kepada Warkini.com.

Suasana Persembahyangan

Sejak pukul 07.00 WIB, umat mulai berdatangan ke pura dengan mengenakan pakaian adat Bali, seperti kebaya putih dan kain tradisional. Aroma dupa dan bunga memenuhi udara saat sesaji dan canang sari disusun rapi di pelataran pura. Lantunan mantra puja dari pinandita menggema, menciptakan suasana hening dan sakral.

Anak-anak hingga orang tua tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan doa. Setelah persembahyangan inti, umat menerima tirta (air suci) dan bija (beras yang disucikan) yang ditempelkan di dahi sebagai simbol penyucian diri. Kebersamaan terlihat saat umat saling berbagi makanan seusai sembahyang.

"Kami bersyukur bisa merayakan Kuningan dengan damai di Jambi. Toleransi di sini sangat tinggi, ini berkah tersendiri," ungkap Ni Luh Putri, salah satu umat yang hadir.

Pesan Toleransi dan Kebersamaan

Perayaan Kuningan di Jambi juga menjadi cerminan harmoni antarumat beragama. Pura yang terletak di kawasan multietnis ini selalu mendapat dukungan dari masyarakat sekitar. Beberapa tetangga non-Hindu bahkan turut membantu menyiapkan sesaji dan menjaga keamanan selama ibadah berlangsung.

Praktik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan saling menghormati masih terjaga kuat di tengah keberagaman. Sebuah pesan positif yang layak menjadi teladan.

Dengan berakhirnya persembahyangan Kuningan, umat Hindu di Jambi kini bersiap menyambut rangkaian hari raya berikutnya dalam kalender Saka. Semangat spiritual yang telah ditanamkan selama Galungan-Kuningan diharapkan terus menyala, menerangi kehidupan bermasyarakat dengan kasih sayang dan toleransi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User