Pertamina Ungkap Kemungkinan Harga Pertamax Turun, Kapan Realisasinya?
PT Pertamina Patra Niaga memberikan sinyal terbaru mengenai nasib harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada bulan depan. Peluang penurunan harga bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 92 itu
PT Pertamina Patra Niaga memberikan sinyal terbaru mengenai nasib harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada bulan depan. Peluang penurunan harga bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 92 itu terbuka lebar sejalan dengan tren pelemahan harga minyak mentah dunia yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur Perencanaan & Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika pasar minyak global. Menurutnya, kebijakan penyesuaian harga Pertamax sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak mentah internasional. "Jika tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut, maka peluang penurunan harga Pertamax tentu semakin besar. Kami akan mengikuti mekanisme pasar yang berlaku untuk BBM nonsubsidi," ujar Joko seperti dikutip media kami, Kamis (6/6/2024).
Belum Ada Kepastian Waktu Penurunan
Meski peluang penurunan harga terbuka, Joko belum dapat memastikan waktu pasti kapan harga Pertamax akan benar-benar turun. Termasuk apakah penurunan tersebut akan terjadi pada bulan depan. Ia menekankan bahwa pihaknya masih harus mencermati pergerakan harga minyak pada bulan berjalan yang menjadi acuan utama dalam penetapan harga.
"Kita lihat saja perkembangan bulan ini. Penetapan harga nanti akan didasarkan pada rata-rata harga minyak selama satu bulan sebelumnya. Kalau memang konsisten turun, bisa jadi harganya juga akan menyesuaikan," jelasnya.
Harga minyak mentah dunia, khususnya jenis Brent, dalam beberapa hari terakhir memang menunjukkan pelemahan. Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk proyeksi permintaan yang melambat dan kebijakan produksi dari negara-negara OPEC+.
Mekanisme Penetapan Harga BBM
Sebagai BBM nonsubsidi, harga Pertamax bersifat fluktuatif dan dievaluasi setiap bulan. Pertamina menggunakan formula perhitungan yang mengacu pada Mean of Platts Singapore (MOPS) ditambah margin biaya distribusi. Jika MOPS, yang terkait langsung dengan harga minyak dunia, mengalami penurunan secara signifikan, maka harga jual Pertamax berpotensi turun.
Sejumlah pengamat energi menilai bahwa penurunan harga minyak dunia ini bisa menjadi momentum bagi Pertamina untuk memberikan keleluasaan bagi konsumen. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut berperan penting dalam menentukan harga akhir BBM di dalam negeri.
Media kami akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap harga BBM di Indonesia. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Pertamina mengenai penyesuaian harga Pertamax periode berikutnya.
Comments (0)