warkini.
Travel

Peternak Telur di Sumsel Terancam Gulung Tikar Akibat Biaya Melonjak

Kondisi memprihatinkan kini tengah menyelimuti para pelaku usaha peternakan ayam petelur di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka kini berada di posisi

Peternak Telur di Sumsel Terancam Gulung Tikar Akibat Biaya Melonjak

Kondisi memprihatinkan kini tengah menyelimuti para pelaku usaha peternakan ayam petelur di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Mereka kini berada di posisi terjepit di antara dua pukulan telak: anjloknya harga jual telur di pasaran dan melambungnya biaya operasional, terutama harga pakan ternak. Situasi pelik ini memaksa sebagian peternak memutar otak agar bisnis keluarga mereka tidak gulung tikar dalam waktu dekat.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, tren penurunan harga telur di tingkat peternak (farm gate) sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Ketidakseimbangan antara biaya pokok produksi (HPP) dengan penerimaan riil membuat arus kas peternakan kian berdarah-darah.

Kronologi Krisis: Dari Lonjakan Pakan Hingga Penurunan Produksi

Dinamika sulit yang dialami para peternak ayam petelur di Sumsel berlangsung secara beruntun melalui tahapan-tahapan kritis berikut:

  1. Kenaikan Tajam Harga Pakan: Sejak beberapa bulan lalu, harga komponen pakan utama seperti jagung pipil dan konsentrat pabrikan melonjak signifikan, mendorong pengeluaran harian peternak naik hingga lebih dari 25 persen.
  2. Kejatuhan Harga Jual di Tingkat Kandang: Di saat biaya pakan meroket, harga jual telur justru merosot tajam di bawah angka keekonomian, menyentuh level yang membuat peternak merugi di setiap kilogram telur yang dipanen.
  3. Keputusan Afkir Dini: Menghadapi defisit harian, peternak terpaksa melakukan afkir dini atau memangkas populasi ayam produktif lebih cepat guna mengurangi kebutuhan konsumsi pakan.
  4. Penurunan Kapasitas Produksi Total: Pemangkasan populasi tersebut berujung pada penurunan drastis total suplai dan produksi telur harian di Sumatera Selatan.
"Kondisi saat ini sangat berat bagi kami peternak rakyat. Kalau pakan terus mahal sementara harga telur terus ditekan, kami tidak punya pilihan selain mengurangi ayam di kandang atau berhenti beroperasi sementara," keluh salah satu peternak lokal di Palembang.

Dilema Peternak Rakyat Melawan Beban Operasional

Tingginya harga jagung dan bahan baku pakan impor menjadi pemicu utama rapuhnya struktur biaya peternak mandiri. Berbeda dengan korporasi besar yang memiliki integrasi vertikal dan modal cadangan yang kuat, peternak skala kecil dan menengah di Sumsel sangat rentan terhadap fluktuasi pasar.

Beberapa dampak nyata yang saat ini dirasakan oleh para peternak antara lain:

  • Defisit Arus Kas: Pendapatan harian tidak lagi mampu menutup biaya pakan, vitamin, dan upah pekerja kandang.
  • Penurunan Kualitas dan Kuantitas Telur: Pembatasan ransum pakan demi efisiensi biaya secara langsung menurunkan tingkat produktivitas bertelur ayam.
  • Ancaman PHK Tenaga Kerja Kandang: Pengurangan populasi ayam berdampak langsung pada pengurangan jam kerja hingga perumahan sebagian pekerja peternakan.

Desakan Intervensi dan Stabilisasi dari Pemerintah

Melihat kondisi yang kian genting, asosiasi peternak di Sumsel sangat mengharapkan hadirnya intervensi nyata dari pemerintah daerah maupun pusat. Regulasi batas bawah harga jual telur serta ketersediaan pasokan jagung bersubsidi dengan harga wajar dinilai menjadi satu-satunya penyelamat jangka pendek.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret, kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pasokan telur lokal di Sumsel pada masa mendatang bisa menjadi kenyataan, yang pada akhirnya justru akan memicu lonjakan harga di tingkat konsumen akhir.

Kenaikan harga pakan dan anjloknya harga jual telur di tingkat kandang mengancam keberlangsungan usaha peternak rakyat di Sumatera Selatan. Sebagian peternak mulai memangkas populasi ayam untuk menekan kerugian. Baca berita selengkapnya di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User