warkini.
Travel

Pilot Pesawat Amazon Sempat Peringatkan Kecepatan Berlebih Sebelum Kecelakaan Miami

Kabar duka dan temuan mengejutkan datang dari dunia penerbangan kargo Amerika Serikat. Tim penyelidik dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB

Pilot Pesawat Amazon Sempat Peringatkan Kecepatan Berlebih Sebelum Kecelakaan Miami

Kabar duka dan temuan mengejutkan datang dari dunia penerbangan kargo Amerika Serikat. Tim penyelidik dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mulai mengungkap petunjuk penting di balik insiden fatal jatuhnya pesawat kargo Amazon Prime Air di Bandara Internasional Miami.

Berdasarkan data awal rekaman suara kokpit (Cockpit Voice Recorder/CVR), salah satu pilot berulang kali memperingatkan rekannya mengenai laju pesawat yang dinilai terlalu kencang sebelum burung besi tersebut tergelincir dan hancur di ujung landasan.

Temuan Awal Kotak Hitam: 102 Detik Penuh Peringatan

Penyelidikan mendalam terhadap kotak hitam mengungkap suasana genting di dalam ruang kemudi sesaat sebelum insiden terjadi. Rekaman audio menunjukkan kekhawatiran serius terkait kecepatan terbang selama fase pendaratan kritis.

"Salah satu pilot pesawat kargo Amazon Prime Air berulang kali melontarkan peringatan mengenai kecepatan pesawat yang berlebihan selama 1 menit 42 detik terakhir rekaman kokpit berlangsung," ungkap juru bicara NTSB dalam keterangan resminya.

Komentar mengenai kecepatan abnormal ini terus terdengar hingga detik-detik akhir sebelum pesawat keluar landasan pacu, menerobos perimeter bandara, dan menabrak area sekitar hingga memicu kerusakan parah pada kendaraan dan fasilitas darat.

Kronologi Detik-Detik Menjelang Benturan Keras

Proses pendaratan yang seharusnya menjadi prosedur rutin berubah menjadi situasi darurat. Berikut adalah urutan rangkaian peristiwa yang berhasil dihimpun oleh tim investigasi:

  1. Fase Pendekatan Akhir (Final Approach): Pesawat kargo Amazon Prime Air bersiap mendarat di Miami International Airport dengan kecepatan yang melampaui batas standar pendaratan normal.
  2. Peringatan Berulang di Kokpit: Selama 102 detik terakhir, kopilot atau pilot memonitor instrumen dan secara konsisten mengingatkan bahwa pesawat melaju terlalu cepat (excessive speed).
  3. Touchdown yang Keras: Pesawat menyentuh landasan pacu tanpa perlambatan yang memadai untuk melakukan pengereman darurat secara efektif.
  4. Overrun Landasan: Burung besi kargo tersebut gagal berhenti tepat waktu, meluncur keluar landasan (runway overrun), dan menghantam area terbuka hingga menabrak kendaraan di dekat lokasi.

Fokus Penyelidikan Lanjutan NTSB

NTSB kini memusatkan perhatian pada beberapa faktor krusial guna mengungkap apakah kecelakaan ini murni akibat kelalaian operasional atau terdapat kendala mekanis pada sistem aerodinamika pesawat. Beberapa poin utama yang sedang dianalisis meliputi:

  • Manajemen Sumber Daya Kru (CRM): Mengapa komunikasi dan peringatan tentang kecepatan tidak langsung direspons dengan tindakan pembatalan pendaratan (go-around).
  • Fungsi Flap dan Spoiler: Memeriksa apakah komponen penahan laju angin pada sayap berfungsi normal saat pendaratan dilakukan.
  • Kondisi Cuaca dan Permukaan Landasan: Mengkaji pengaruh arah angin dan daya cengkeram aspal landasan saat roda menyentuh tanah.

Hingga kini, proses investigasi menyeluruh masih berlangsung. NTSB diperkirakan akan mengeluarkan laporan awal resmi dalam beberapa pekan ke depan untuk memberikan gambaran utuh mengenai tragedi penerbangan kargo ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User