warkini.
Travel

PM Shehbaz Bentuk Komite Investigasi Mesin CTA Rusak di PIMS

ISLAMABAD — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengambil sikap tegas atas kegagalan pemeriksaan medis mantan perdana menteri Imran Khan. Pada Sabtu, i

PM Shehbaz Bentuk Komite Investigasi Mesin CTA Rusak di PIMS

ISLAMABAD — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengambil sikap tegas atas kegagalan pemeriksaan medis mantan perdana menteri Imran Khan. Pada Sabtu, ia secara resmi menanggapi temuan bahwa mesin computed tomography angiography (CTA) di bagian kardiologi Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) tidak berfungsi, sehingga tes kesehatan Imran Khan tidak dapat diselesaikan.

Sebagai tindak lanjut, PM Shehbaz membentuk komite investigasi yang dipimpin oleh sekretaris Establishment Division untuk menelaah seluruh aspek permasalahan, menentukan fakta, dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Langkah ini diambil hanya sehari setelah kasus tersebut mencuat ke publik.

Imran Khan, pendiri partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), dibawa ke PIMS pada Jumat dini hari tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, tanpa surat rujukan, dan tanpa registrasi pasien. Menurut seorang dokter senior yang menjadi bagian dari administrasi rumah sakit, kelalaian terjadi sejak awal proses tersebut.

"Idealnya, Imran Khan seharusnya dibawa pada siang hari karena ini bukan kasus darurat, dan dia seharusnya didaftarkan sebagai pasien. Tidak semua departemen dilibatkan dalam proses ini," ujarnya kepada Dawn.

Rekomendasi Tes yang Gagal Dieksekusi

Menurut sumber kredibel di PIMS yang meminta identitasnya dirahasiakan, tes CTA — yang dikenal pula sebagai CT angiography — memang direkomendasikan untuk Imran Khan. Namun, pemeriksaan tersebut tidak dapat diselesaikan karena fasilitas yang dibutuhkan dinilai tidak tersedia. Imran Khan akhirnya dibawa kembali ke penjara Adiala, tempat ia ditahan sejak tahun lalu dalam sejumlah kasus hukum yang menjeratnya.

Setelah kabar ini mencuat pada Jumat, sejumlah dokter senior justru menyatakan bahwa mesin yang dibutuhkan sebenarnya tersedia di departemen radiologi. Sayangnya, informasi tersebut tidak pernah disampaikan kepada tim dokter yang menangani Imran Khan selama berada di rumah sakit.

Ironisnya, mesin CTA di Cardiac Centre PIMS sebenarnya pernah berfungsi pada 2011, tetapi kemudian mengalami kerusakan dan tidak pernah diperbaiki hingga kini. Sementara itu, Cardiac Centre hanya memiliki fasilitas angiografi konvensional, yang memerlukan penusukan pembuluh darah vena dan penggunaan kamera untuk mendiagnosis penyumbatan arteri.

"CTA dilakukan oleh radiolog atas saran dokter klinis karena menggunakan radiasi dan tidak memerlukan penusukan vena. Namun, tidak ada satu pun dokter yang menyarankan agar Imran dirujuk ke departemen radiologi," kata seorang dokter lainnya.

Dokter yang sama menegaskan bahwa mesin CTA di departemen radiologi sebenarnya telah berfungsi sejak Maret 2022. Ia juga menyebutkan bahwa setelah kasus ini mencuat, Sekretaris Kesehatan Muhammad Aslam Ghauri mengunjungi PIMS secara langsung dan memverifikasi bahwa mesin tersebut tersedia dan dalam kondisi berfungsi.

Rekayasa Informasi di Internal Rumah Sakit?

Seorang administrator senior PIMS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa para dokter kardiologi sempat ditanya mengenai kemungkinan pemeriksaan ini, tetapi mereka menjawab bahwa fasilitas tidak tersedia. Akibatnya, informasi yang kemudian disampaikan ke publik adalah bahwa tes CTA Imran Khan tidak dapat dilakukan.

Padahal, menurut pengakuan para dokter, sebagian besar pemeriksaan CTA di rumah sakit tersebut justru dirujuk ke fasilitas swasta karena mesin di Cardiac Centre memang rusak. Ketika masalah ini diangkat pada Sabtu, departemen radiologi diminta menyerahkan catatan pemeriksaan CTA yang pernah dilakukan di sana. Departemen tersebut hanya menyerahkan satu laporan, sementara mengklaim ada sekitar belasan pemeriksaan lainnya yang pernah dilakukan.

Selisih antara jumlah laporan resmi dan klaim jumlah pemeriksaan ini menjadi salah satu poin yang akan ditelusuri komite investigasi bentukan PM Shehbaz. Ketidaklengkapan dokumen tersebut memunculkan pertanyaan baru tentang transparansi pengelolaan layanan di rumah sakit rujukan nasional itu.

Perbandingan Fasilitas CTA di PIMS

AspekCardiac Centre (Kardiologi)Departemen Radiologi
Status mesin CTARusak, non-fungsional sejak 2011Berfungsi sejak Maret 2022
Jenis pemeriksaanAngiografi konvensional (invasif)CTA non-invasif berbasis radiasi
Praktik pemeriksaanMayoritas CTA dirujuk ke fasilitas swastaCatatan tidak lengkap, hanya satu laporan diserahkan

Analisis: Kelalaian atau Kesengajaan?

Kasus ini membuka dua persoalan besar di tubuh layanan kesehatan publik Pakistan. Pertama, lemahnya koordinasi internal rumah sakit milik negara dalam menangani pasien berstatus tokoh nasional. Kedua, adanya dugaan informasi yang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak kardiologi, padahal solusi sebenarnya tersedia di departemen lain dalam gedung yang sama.

"Jika mesin tersedia dan berfungsi sejak 2022, maka kegagalan tes ini murni masalah komunikasi internal, atau bahkan kelalaian yang disengaja. Pertanyaannya sekarang, mengapa informasi itu tidak mengalir ketika yang menunggu adalah seorang mantan perdana menteri?" ujar seorang pengamat kebijakan kesehatan di Islamabad yang enggan disebutkan namanya.

Komite yang dipimpin sekretaris Establishment Division kini memiliki tugas berat: memastikan tidak ada lagi pasien yang perawatannya terhambat oleh birokrasi yang buruk, sekaligus menentukan apakah ada pihak yang harus bertanggung jawab secara administratif maupun hukum.

Bagi publik Pakistan, kasus ini juga menjadi cermin atas kondisi layanan kesehatan publik yang masih jauh dari memadai. Mesin vital seperti CTA di rumah sakit rujukan nasional justru dibiarkan rusak selama lebih dari satu dekade, sementara pasien harus dirujuk ke fasilitas swasta dengan biaya yang jauh lebih besar. Kasus Imran Khan hanyalah salah satu contoh dari persoalan sistemik yang telah lama menggerogoti layanan kesehatan negara tersebut.

[SOCIAL_TWEET]: PM Pakistan bentuk komite investigasi mesin CTA rusak di PIMS; tes Imran Khan gagal meski mesin alternatif tersedia di departemen radiologi. #ImranKhan #Pakistan #PIMS [SOCIAL_TG]: 🚨 BREAKING: PM Shehbaz bentuk komite investigasi kegagalan tes CTA Imran Khan di PIMS. Mesin di Cardiac Centre rusak sejak 2011, tapi mesin berfungsi tersedia di radiologi sejak 2022. Info lengkap di Warkini.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User