Polisi Buru Pelaku Pembacokan Pria dalam Video Viral
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap seorang pria mendadak viral di berbagai platform media sosial sejak Selasa malam (11/3).
Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi pembacokan terhadap seorang pria mendadak viral di berbagai platform media sosial sejak Selasa malam (11/3). Dalam tangkapan layar yang tersebar luas, tampak seorang pelaku dengan brutal menghujamkan senjata tajam jenis parang ke tubuh korban di sebuah area publik yang diduga berada di kawasan pinggiran Jakarta. Video itu memicu kepanikan dan kecaman warganet, sekaligus mendorong aparat kepolisian untuk segera bergerak memburu pelaku.
Kronologi Awal Mula Video Beredar
Berdasarkan penelusuran tim siber Polda Metro Jaya, unggahan pertama video pembacokan itu muncul pada pukul 20.47 WIB di akun media sosial X. Dalam waktu kurang dari tiga jam, konten tersebut telah dibagikan lebih dari 15.000 kali dan ditonton oleh lebih dari 2,3 juta pengguna. Durasi video yang hanya 34 detik itu memperlihatkan seorang pria berkaos hitam sedang berjalan di trotoar, tiba-tiba dihampiri oleh seseorang yang mengenakan jaket hoodie abu-abu. Tanpa peringatan, pelaku langsung mengayunkan parang ke punggung dan kepala korban, yang sontak tersungkur bersimbah darah.
Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi tampak panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Suara teriakan dan klakson kendaraan ikut terekam dalam rekaman yang diduga berasal dari ponsel milik salah satu pengendara ojek daring yang melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, identitas perekam video masih dalam penyelidikan, namun polisi telah mengantongi sejumlah petunjuk penting.
Respons Polisi dan Langkah Hukum
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Heru Sutrisno, dalam keterangan persnya menegaskan bahwa pihaknya sudah membentuk tim gabungan dari Satreskrim dan Polsek setempat untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Kami sudah mengidentifikasi lokasi kejadian di sekitar kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Saat ini tim sedang melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta mengumpulkan bukti elektronik dari unggahan awal," ujar Heru, Rabu (12/3).
Selain melacak alamat IP pengunggah, penyidik juga bekerja sama dengan platform media sosial untuk menghapus konten yang mengandung kekerasan ekstrem agar tidak menimbulkan trauma lebih luas. Meskipun demikian, video tersebut sudah terlanjur disimpan dan disebarluaskan melalui aplikasi pesan instan, menyulitkan upaya pembersihan jejak digital.
Langkah selanjutnya, polisi akan merilis sketsa wajah pelaku berdasarkan kesaksian korban dan rekaman CCTV yang telah diamankan dari sekitar TKP. Tim penyidik juga tengah memeriksa riwayat komunikasi korban untuk mengetahui kemungkinan motif di balik penyerangan tersebut, apakah terkait dendam pribadi, persaingan bisnis, atau bagian dari aksi begal.
Kondisi Korban dan Identitas Sementara
Korban yang diketahui berinisial AR (32 tahun), seorang karyawan swasta di wilayah Tangerang, saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang Selatan. Menurut keterangan dokter jaga, AR mengalami luka bacok terbuka di bagian punggung, lengan kiri, dan kepala dengan total lebih dari 25 jahitan.
"Kondisi pasien stabil, tetapi kami masih melakukan observasi karena ada indikasi gegar otak ringan akibat benturan saat ia terjatuh. Ke depan, pasien akan menjalani serangkaian operasi rekonstruksi jaringan," jelas dr. Maya Andriani, Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Tangsel.
Keluarga korban yang enggan disebutkan identitasnya mengaku tidak menyangka AR menjadi sasaran pembacokan. Mereka menyebut AR adalah pribadi yang tertutup dan tidak memiliki musuh. Pihak keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal.
Sementara itu, sejumlah organisasi kemasyarakatan mendesak kepolisian untuk memperketat patroli malam di titik rawan dan menindak tegas setiap aksi premanisme yang meresahkan warga. Mereka menilai maraknya video kekerasan yang beredar palsu atau nyata dapat menimbulkan efek kontagion dan memicu rasa takut di masyarakat.
Dampak Sosial dan Langkah Pencegahan
Viralnya video pembacokan ini menyisakan jejak psikologis tersendiri, terutama bagi warganet yang secara tidak sengaja menontonnya. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Clara Puspita, menyebut paparan berulang terhadap konten kekerasan ekstrem dapat meningkatkan risiko traumatisasi sekunder. "Masyarakat perlu diajak untuk lebih selektif dalam menyebarkan konten sensitif. Alih-alih membantu, penyebarluasan tanpa filter justru melanggengkan teror bagi korban dan keluarganya," ucap Clara.
Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) langsung berkoordinasi dengan penyedia platform untuk memblokir tautan yang mengarah ke video asli. Namun, mereka mengakui bahwa kecepatan penyebaran di aplikasi chat terenkripsi membuat proses takedown tidak bisa berjalan sempurna. Kominfo mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap konten serupa melalui kanal aduan yang tersedia.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan yang terekam kamera dan viral di dunia maya sepanjang tahun 2025. Hingga Maret ini, Polda Metro Jaya mencatat setidaknya ada 12 insiden penyerangan bersenjata tajam yang videonya beredar di media sosial, naik hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data itu semakin menegaskan urgensi pengawasan ketat dan penegakan hukum yang lebih progresif.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas atau keberadaan pelaku diminta untuk segera menghubungi call center polisi di 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat. Pihak kepolisian menjamin keamanan dan kerahasiaan pelapor.
[SOCIAL_TWEET]: Video pembacokan pria di Ciputat viral, polisi langsung buru pelaku. Korban alami 25 jahitan dan gegar otak, kini dirawat intensif. Jangan sebarkan video serupa, laporkan ke 110! #ViralNgeri #Pembacokan #PolisiBertindak[SOCIAL_TG]: ⚠️ Video pembacokan di Ciputat viral! Polisi lagi buru pelaku yang bacok seorang pria pakai parang. Korban dirawat dgn 25 jahitan, kondisi stabil. Klik utk detail kejadian & tanggapan polisi.
Comments (0)