Prabowo Sebut Semua Partai Politik Punya Patriot dan Bajingan
Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan di hadapan kader partainya dengan menyebut bahwa seluruh partai politik di Indonesia saat ini tida
Presiden Prabowo Subianto membuat pernyataan mengejutkan di hadapan kader partainya dengan menyebut bahwa seluruh partai politik di Indonesia saat ini tidak hanya dihuni oleh para patriot bangsa, tetapi juga oleh segelintir individu yang ia sebut sebagai 'bajingan'. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato kebangkitannya di acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di Jakarta, Kamis (30/5/2026).
Hadir ribuan kader dari berbagai daerah, Prabowo menegaskan perlunya introspeksi mendalam dalam tubuh setiap partai politik agar tidak kehilangan arah perjuangan. Ia mengajak seluruh elemen partai untuk berani membersihkan diri dari oknum-oknum yang justru merusak citra dan cita-cita luhur partai.
Pidato Penuh Paradoks
Dalam orasi yang berlangsung sekitar 45 menit itu, Prabowo membuka pidato dengan pujian terhadap semangat pengabdian para kader partai. Namun, suasana berubah saat suaranya meninggi dan menukik pada realitas pahit dalam dinamika perpolitikan tanah air. Berikut sejumlah pernyataan kunci yang ia sampaikan secara kronologis:
- Awal Pidato: Prabowo mengapresiasi ketulusan mayoritas politisi yang ia sebut sebagai patriot sejati. 'Saya tahu, banyak di antara kalian yang bergabung di partai bukan untuk mencari kekayaan, tapi untuk mengabdi pada bangsa. Di setiap partai, lebih banyak patriot daripada bajingan,' katanya.
- Pernyataan Kontroversial: Nada bicaranya berubah seketika saat ia menambahkan, 'Tapi, jujur saya katakan, di semua partai hari ini, banyak juga bajingannya. Mereka yang datang untuk memperkaya diri sendiri, bukan untuk rakyat.'
- Ajakan Membersihkan Diri: Prabowo kemudian menyerukan setiap partai agar tidak takut menindak tegas kader yang terbukti menyimpang, baik secara moral maupun hukum.
'Semua partai banyak patriotnya. Tapi banyak juga bajingannya. Tugas kita sebagai pemimpin partai adalah memisahkan yang baik dari yang buruk, yang jujur dari yang korup,' ujar Presiden dengan tegas.
Konteks dan Latar Belakang Pernyataan
Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah meningkatnya kasus korupsi yang melibatkan politisi dari berbagai partai. Beberapa saat sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan sejumlah anggota legislatif sebagai tersangka. Analis politik menilai bahwa kritik pedas tersebut merupakan bentuk tekanan moral Prabowo kepada semua partai politik, termasuk partainya sendiri, untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Dr. Riza Saputra, menafsirkan pernyataan itu sebagai upaya presiden untuk membangun narasi bahwa ia tidak menoleransi praktik buruk di lingkaran kekuasaan. 'Prabowo ingin menunjukkan bahwa sekarang ia adalah presiden yang mewakili semua rakyat, bukan hanya Gerindra. Kritik kepada semua partai tanpa kecuali adalah pesan kuat untuk reformasi partai politik,' jelasnya.
Respons dari Berbagai Partai Politik
Tak butuh waktu lama, pernyataan tersebut menuai reaksi beragam dari elite partai lain. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyambut baik kritik tersebut sebagai pijakan bersama untuk perbaikan. 'Kami setuju bahwa semua partai perlu introspeksi. Kalau ada kader yang tidak benar, ya harus ditindak. Itu bagian dari pendewasaan demokrasi,' kata Hasto.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya sistem kaderisasi yang ketat agar partai tidak dimasuki oleh individu yang hanya berorientasi pada kekuasaan dan uang. 'Setuju dengan Pak Prabowo. Bajingan politik harus kita bersihkan bersama-sama,' ucapnya.
Namun, tidak semua pihak menerima pernyataan itu dengan lapang dada. Sejumlah pengurus partai menengah menyatakan keberatan dengan istilah 'bajingan' yang dianggap kurang pantas diucapkan oleh seorang kepala negara. Mereka khawatir hal tersebut justru menurunkan kepercayaan publik terhadap partai politik secara keseluruhan.
Penutupan dengan Harapan Perubahan
Mengakhiri pidatonya, Prabowo kembali menekankan bahwa kritiknya datang dari rasa cinta kepada negeri ini. Ia berharap semua partai politik dapat menjadi kendaraan perjuangan yang bersih, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. 'Saya yakin mayoritas politisi adalah patriot. Tapi kita tak boleh tutup mata bahwa ada bajingan di sekitar kita. Segera kita bersihkan,' pungkasnya yang disambut tepuk tangan riuh.
Acara Rakornas sendiri ditutup dengan deklarasi komitmen Gerindra untuk menerapkan sistem rekrutmen yang lebih ketat dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran hukum oleh kader kepada aparat penegak hukum. Langkah ini diharapkan dapat diikuti oleh partai-partai lainnya demi menciptakan iklim politik yang lebih sehat menjelang pemilihan umum berikutnya.
Pesan untuk Masa Depan Politik Indonesia
Pernyataan Prabowo tersebut menjadi pengingat bahwa praktik politik yang bersih adalah tanggung jawab kolektif. Menurut data dari Transparency International, indeks persepsi korupsi Indonesia pada tahun 2025 masih berada di angka 38 dari skala 100, menandakan masih banyaknya pekerjaan rumah bagi seluruh elemen politik. Para pengamat berharap agar kata-kata yang keras itu tidak hanya menjadi retorika belaka, melainkan diikuti dengan tindakan nyata, seperti penegakan hukum tanpa pandang bulu dan peningkatan transparansi pendanaan partai. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap lembaga politik dapat kembali pulih.
[SOCIAL_TWEET]: 'Semua partai banyak patriotnya, tapi banyak juga bajingannya.' Presiden Prabowo membongkar realitas pahit politik di Rakornas Gerindra. Ia ajak semua partai bersih-bersih dari oknum korup. #Prabowo #PartaiPolitik #ReformasiPolitik[SOCIAL_TG]: 😱 Presiden Prabowo blak-blakan di Rakornas! 'Semua partai banyak patriotnya, tapi banyak juga bajingannya.' Bagaimana reaksi partai lain? Cek artikel lengkapnya. 👇
Comments (0)