warkini.
Viral

Pramono Benahi Kampung Bali Tanpa Gusur Warga Jakarta

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk membenahi kawasan permukiman padat, termasuk Kampung Bali di Tanah Abang, Jakarta

Pramono Benahi Kampung Bali Tanpa Gusur Warga Jakarta

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk membenahi kawasan permukiman padat, termasuk Kampung Bali di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tanpa melakukan penggusuran terhadap warga yang telah lama tinggal di sana. Pernyataan ini disampaikan saat ia meninjau sejumlah titik di Ibu Kota, salah satunya kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan.

Pramono menyebut pendekatan yang akan dipakai adalah penataan berbasis kolaborasi. Artinya, pemerintah tidak serta-merta merobohkan bangunan, melainkan berdialog dengan warga untuk mencari solusi terbaik. Menurutnya, keberadaan warga merupakan bagian dari sejarah dan denyut kehidupan kota yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Penataan Tanpa Penggusuran Jadi Prioritas

Dalam kunjungannya, Pramono menekankan bahwa penataan kota harus berpihak pada manusia. Ia tidak ingin pembangunan hanya menghasilkan wajah baru Jakarta, tetapi justru meminggirkan mereka yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari kawasan tersebut.

"Kami tidak akan menggusur warga. Yang kami lakukan adalah menata bersama-sama, mencari solusi supaya mereka tetap bisa tinggal dengan layak," ujar Pramono di hadapan awak media.

Pendekatan ini sejalan dengan sejumlah program revitalisasi kawasan yang sebelumnya sempat menuai polemik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini mengedepankan skema peremajaan kawasan yang melibatkan konsultasi publik, pendataan bangunan, serta penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak.

Kronologi dan Rencana Penataan

  1. Peninjauan lokasi: Pramono mengunjungi sejumlah kawasan, termasuk Blok M Hub di Jakarta Selatan, untuk menyerap aspirasi warga dan pelaku usaha.
  2. Pendataan warga: Pemprov akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap penghuni Kampung Bali sebelum menyusun rencana penataan.
  3. Dialog terbuka: Pemerintah membuka ruang komunikasi dengan tokoh masyarakat, RT/RW, dan perwakilan warga untuk menyepakati bentuk pembenahan.
  4. Penataan bertahap: Perbaikan difokuskan pada drainase, jalan lingkungan, penerangan, serta ruang terbuka hijau tanpa memindahkan warga.
  5. Evaluasi berkala: Setiap tahapan akan dievaluasi bersama agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Respons Warga dan Pengamat

Sejumlah warga menyambut baik pernyataan orang nomor satu di Jakarta itu. Mereka berharap janji tersebut benar-benar diwujudkan, bukan sekadar retorika politik. Pasalnya, isu penggusuran selama ini selalu menjadi momok yang menakutkan bagi penghuni kawasan padat.

Pengamat tata kota menilai pendekatan tanpa penggusuran memang lebih manusiawi, tetapi menuntut perencanaan matang. Tantangan terbesar adalah soal kepastian hukum atas lahan, kepadatan bangunan, serta keterbatasan anggaran. Tanpa koordinasi lintas instansi, rencana ini dikhawatirkan berjalan setengah hati.

Selain Kampung Bali, Pemprov DKI disebut tengah memetakan kawasan lain yang membutuhkan penataan serupa. Fokusnya bukan hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya secara berkelanjutan.

Harapan ke Depan

Langkah Pramono menjadi ujian nyata apakah pembangunan Jakarta bisa berjalan seimbang antara estetika kota dan keadilan sosial. Jika berhasil, model penataan tanpa penggusuran ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Publik pun menantikan bukti, bukan hanya kata-kata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User