Pramono Luncurkan Situs Prediksi Udara Jakarta saat Buka JEFF 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota, Jumat (3/7). Dalam kesempatan itu, ia sekaligus meluncurkan laman prediksi kualitas udar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota, Jumat (3/7). Dalam kesempatan itu, ia sekaligus meluncurkan laman prediksi kualitas udara Jakarta yang diharapkan menjadi rujukan warga dalam memantau kondisi lingkungan secara real-time.
“Hari ini secara resmi saya membuka JEFF 2026. Ini sebagai pengingat bahwa Jakarta sebagai kota global, pusat perekonomian nasional, dan sekaligus menjadi ibu kota negara, bertanggung jawab pada dirinya sendiri untuk melakukan perbaikan penanganan sampah yang ada di Jakarta,” ujar Pramono kepada awak media di Balai Kota.
Laman prediksi kualitas udara tersebut menampilkan data indeks polutan, prakiraan harian, hingga rekomendasi aktivitas luar ruangan. Menurut laporan yang dihimpun media kami, sistem ini mengintegrasikan sensor-sensor milik Dinas Lingkungan Hidup dengan pemodelan meteorologi, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi akurat melalui gawai masing-masing.
Kolaborasi dan Pencapaian MURI
JEFF 2026 juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pembuatan eco enzyme secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak. Pramono menyambut baik pencapaian ini sebagai wujud antusiasme warga terhadap gerakan pemilahan sampah yang tengah digencarkan Pemprov DKI.
Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan pameran teknologi hijau, lokakarya daur ulang, serta sesi edukasi perubahan iklim. Puluhan komunitas lingkungan dan startup ikut memamerkan inovasi, mulai dari kemasan biodegradable hingga alat pengomposan skala rumah tangga.
Komitmen Jakarta sebagai Kota Global
Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa pengelolaan sampah dan pemantauan kualitas udara merupakan dua pilar utama menuju Jakarta yang berkelanjutan. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk sektor swasta dan masyarakat, untuk bersinergi dalam program pengurangan emisi dan transisi energi bersih.
“Peluncuran website ini bukan sekadar alat informasi, tetapi juga alat kontrol sosial. Warga bisa melihat langsung kondisi udara di sekitar mereka, sehingga tekanan publik terhadap sumber pencemar menjadi lebih besar,” kata seorang pejabat Dinas Lingkungan Hidup yang enggan disebutkan namanya.
Dengan digelarnya JEFF 2026 dan peluncuran laman prediksi kualitas udara, Jakarta menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkomitmen pada kelestarian lingkungan dan kesehatan warganya.
Comments (0)