Prancis Catat 1.000 Kematian Selama Gelombang Panas Ekstrem, 85% Lansia

Warkini.com, Jakarta - Otoritas kesehatan Prancis melaporkan lebih dari seribu kasus kematian yang tercatat selama periode gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan Eropa barat dalam sepekan t

Jul 08, 2026 - 05:23
0 0
Prancis Catat 1.000 Kematian Selama Gelombang Panas Ekstrem, 85% Lansia

Warkini.com, Jakarta - Otoritas kesehatan Prancis melaporkan lebih dari seribu kasus kematian yang tercatat selama periode gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan Eropa barat dalam sepekan terakhir. Lonjakan angka kematian ini menjadi alarm serius bagi kesiapan sistem kesehatan menghadapi cuaca ekstrem yang kian sering terjadi.

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis (Santé Publique France) dalam pernyataan resminya mengonfirmasi bahwa sejak 24 Juni lalu, terdapat sekitar 1.000 kematian tambahan yang teramati jika dibandingkan dengan data kematian pada bulan-bulan sebelumnya. Pihak berwenang menekankan bahwa angka ini masih bersifat sementara dan belum terkonsolidasi sepenuhnya.

"Sejak 24 Juni, sekitar 1.000 kematian tambahan telah diamati dibandingkan dengan kematian yang tercatat pada bulan-bulan sebelumnya," ungkap Badan Kesehatan Masyarakat Prancis, seperti dikutip media kami, Minggu (28/6/2026).

Yang menjadi perhatian utama adalah komposisi demografis para korban. Sebanyak 85 persen dari total kematian yang tercatat merupakan warga lanjut usia, tepatnya mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Kelompok lansia memang dikenal sebagai populasi paling rentan terhadap tekanan suhu ekstrem karena keterbatasan kemampuan tubuh dalam meregulasi temperatur.

Wilayah Peringatan Merah Paling Terdampak

Badan kesehatan Prancis menyoroti bahwa daerah-daerah yang berada di bawah peringatan merah gelombang panas mengalami dampak paling parah. Sistem peringatan gelombang panas nasional Prancis atau "plan canicule" telah diaktifkan pada level tertinggi di sejumlah departemen, mengindikasikan risiko kesehatan yang sangat serius bagi seluruh populasi, tidak hanya kelompok rentan.

Gelombang panas yang melanda Prancis dan sebagian besar Eropa barat ini memecahkan sejumlah rekor suhu di berbagai kota. Situasi ini diperburuk oleh fenomena "urban heat island" di mana kawasan perkotaan mengalami suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya akibat kepadatan bangunan dan minimnya ruang hijau.

Pemerintah Prancis sendiri telah mengambil langkah-langkah darurat termasuk membuka pusat-pusat pendingin, mengaktifkan hotline kesehatan, serta melakukan pengecekan rutin terhadap warga lansia yang tinggal sendiri. Meski demikian, data terkini menunjukkan bahwa upaya tersebut masih perlu ditingkatkan untuk melindungi populasi yang paling berisiko.

Para ahli iklim telah lama memperingatkan bahwa gelombang panas ekstrem akan semakin sering terjadi di Eropa akibat perubahan iklim global. Tanpa adaptasi yang memadai dan strategi mitigasi yang komprehensif, korban jiwa akibat bencana panas diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User