Presiden Resmikan Dua Bendungan Nindya Karya, Perkuat Ketahanan Air dan Pangan

Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ketahanan air dan swasembada pangan kembali diwujudkan melalui peresmian dua bendungan strategis. Kedua infras

Jul 11, 2026 - 10:56
0 1
Presiden Resmikan Dua Bendungan Nindya Karya, Perkuat Ketahanan Air dan Pangan

Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ketahanan air dan swasembada pangan kembali diwujudkan melalui peresmian dua bendungan strategis. Kedua infrastruktur vital yang digarap oleh PT Nindya Karya (Persero) ini resmi dioperasikan oleh Presiden, menandai lompatan besar dalam pengelolaan sumber daya air nasional. Langkah tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan representasi konkret akselerasi pembangunan bendungan yang digadang-gadang menjadi tulang punggung produksi pertanian dan penyediaan air baku di tengah ancaman perubahan iklim. Peresmian ini menambah daftar panjang bendungan yang telah rampung selama satu dekade terakhir, sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Jejak Dimulainya Proyek Strategis Nasional

Kiprah Nindya Karya dalam proyek bendungan dimulai jauh sebelum momen peresmian. Dua bendungan yang diresmikan ini – Bendungan Karangnongko di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan Bendungan Tiro di Kabupaten Pidie, Aceh – berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan sejak 2016. Berikut urutan tonggak penting yang mewarnai perjalanan konstruksinya:

  1. 2017: Penandatanganan kontrak – Nindya Karya, sebagai kontraktor utama, meneken paket pekerjaan senilai total Rp3,4 triliun yang mencakup pembangunan tubuh bendungan, pelimpah (spillway), dan jaringan irigasi.
  2. 2018: Groundbreaking – Presiden melakukan peletakan batu pertama secara simbolis, pertanda dimulainya pengerjaan fisik di kedua lokasi secara paralel.
  3. 2019–2022: Fase galian dan timbunan – Proses konstruksi berjalan di tengah tantangan cuaca dan medan. Pada periode ini, Nindya Karya mencatatkan progres positif meskipun sempat terhambat pandemi COVID-19.
  4. 2023: Impounding pertama – Pengisian air awal (impounding) berhasil dilakukan setelah semua uji teknis dinyatakan aman. Bendungan Karangnongko mulai menampung air pada Maret 2023, disusul Bendungan Tiro pada Juni 2023.
  5. 2024: Uji operasional dan penyelesaian jaringan irigasi – Sistem distribusi air ke lahan pertanian diuji coba, memastikan aliran optimal ke ribuan hektare sawah.
  6. Awal 2025: Peresmian oleh Presiden – Kedua bendungan resmi dinyatakan beroperasi penuh dalam satu rangkaian acara yang digelar di Bendungan Karangnongko.

Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Andal

Bendungan Karangnongko berdiri gagah dengan tipe urugan batu inti tegak setinggi 72 meter dari dasar sungai. Kapasitas tampungnya mencapai 120 juta meter kubik, menjadikannya salah satu bendungan terbesar di Jawa Tengah. Air yang dibendung dari Sungai Lusi ini mampu mengairi lahan irigasi seluas 22.800 hektare di wilayah Blora, Grobogan, dan sekitarnya. Tak hanya untuk pertanian, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 1.500 liter per detik bagi kebutuhan domestik dan industri. Potensi reduksi banjir di hilir turut diperhitungkan, dengan kemampuan menahan debit puncak hingga 1.200 meter kubik per detik.

Sementara itu, Bendungan Tiro di Aceh mengusung desain serupa dengan tinggi 68 meter. Daya tampungnya 85 juta meter kubik dimanfaatkan untuk mengairi 16.500 hektare sawah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya yang selama ini bergantung pada tadah hujan. Layanan air baku dari Bendungan Tiro mencapai 900 liter per detik. Kehadirannya diharapkan memangkas defisit air yang kerap melanda daerah tersebut saat musim kemarau panjang.

Inovasi dan Keterlibatan Lokal dalam Proses Konstruksi

Nindya Karya tidak hanya membangun fisik bendungan, tetapi juga menerapkan sejumlah inovasi yang mempercepat waktu penyelesaian. Penerapan metode BIM (Building Information Modeling) memungkinkan integrasi perencanaan, desain, dan pelaksanaan secara digital, sehingga potensi kesalahan teknis dapat diminimalisir. Di samping itu, penggunaan bendungan inti aspal pada bagian kedap air Bendungan Tiro menjadi terobosan yang meningkatkan ketahanan terhadap rembesan.

Pihak BUMN konstruksi tersebut juga memberdayakan tenaga kerja dan pemasok lokal. Selama masa konstruksi, lebih dari 3.500 tenaga kerja dari masyarakat sekitar direkrut untuk berbagai posisi. Kontribusi ini turut menggerakkan roda perekonomian daerah sebelum bendungan beroperasi penuh.

Dampak Langsung terhadap Swasembada Pangan

Dengan diresmikannya dua bendungan ini, pemerintah memproyeksikan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari semula IP 100–150 menjadi IP 250–300 pada lahan irigasi teknis yang tercakup. Artinya, petani bisa menanam padi dua hingga tiga kali setahun tanpa terganggu kekurangan air. Produksi gabah pun diproyeksi bertambah sekitar 445 ribu ton per tahun dari gabungan dua wilayah layanan bendungan.

"Bendungan ini bukan sekadar tampungan air, tapi lumbung hidup bagi masyarakat. Di sinilah kunci swasembada pangan bergulir," ujar Presiden dalam sambutannya. Beliau juga menekankan agar pemanfaatan air dilakukan secara bijak dan berkelanjutan dengan melibatkan organisasi petani pemakai air (P3A).

Kontribusi Nindya Karya dalam Peta Infrastruktur Air Nasional

Kesuksesan Nindya Karya menuntaskan dua PSN ini kian menegaskan kiprah BUMN karya di sektor sumber daya air. Sebelumnya, perusahaan telah mencatatkan pembangunan puluhan bendungan, di antaranya Bendungan Jatigede (Sumedang), Bendungan Bener (Purworejo), dan beberapa bendungan kecil di kawasan timur Indonesia. Total kapasitas tampung bendungan yang dibangun Nindya Karya kini melampaui 550 juta meter kubik, setara dengan mengamankan pasokan air untuk lebih dari 100 ribu hektare lahan pertanian nasional. Capaian ini menjadi fondasi penting bagi target pemerintah membangun 61 bendungan pada periode 2015–2025, yang sebagian besar sudah rampung.

Keberhasilan tersebut juga memicu optimisme sektor konstruksi nasional. Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) menilai, penguasaan teknologi dan manajemen risiko oleh BUMN seperti Nindya Karya menjadi kunci kepercayaan masyarakat internasional terhadap kemampuan Indonesia menangani proyek kompleks. "Ini membuka peluang ekspansi ke proyek bendungan di luar negeri," tandas seorang analis infrastruktur.

Dengan rampungnya dua bendungan ini, sektor pertanian di Jawa Tengah bagian timur dan pesisir Aceh memperoleh napas baru. Ketersediaan air sepanjang tahun menjadi jaminan bagi petani untuk mengoptimalkan produktivitas lahan, sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional dari ancaman krisis iklim global.

[SOCIAL_TWEET]: Presiden resmikan dua bendungan raksasa garapan Nindya Karya: Bendungan Karangnongko (120 jt m³) & Bendungan Tiro (85 jt m³). Total irigasi 39.300 ha, tambahan produksi gabah 445 rb ton/tahun. #KetahananAir #SwasembadaPangan [SOCIAL_TG]: 🔴 BREAKING: Dua bendungan terbaru Nindya Karya resmi diresmikan Presiden. 🔹 Bendungan Karangnongko: 120 jt m³, irigasi 22.800 ha 🔹 Bendungan Tiro: 85 jt m³, irigasi 16.500 ha 🔹 Total dampak: +445.000 ton gabah/tahun, IP naik jadi 300 🔹 Infrastruktur kunci menuju Indonesia lumbung pangan 2045. 1/5 Air jadi faktor pembatas utama petani kita. Dengan bendungan, petani bisa tanam 3 kali setahun (IP 300) dari sebelumnya hanya 1–2 kali. 2/5 Skala ekonominya? Produksi gabah tambahan 445.000 ton. Itu setara dengan mengurangi ketergantungan impor beras secara signifikan. 3/5 Selain pangan, air baku 2.400 L/dtk gabungan dari dua bendungan menjamin kebutuhan rumah tangga dan industri selama kemarau. 4/5 Nindya Karya membuktikan BUMN konstruksi kita mampu mengerjakan proyek kompleks dengan teknologi BIM dan bendungan inti aspal. 5/5 Sekarang tinggal bagaimana kita mengelola air secara bijak. Infrastruktur sudah ada, tinggal kolaborasi pemerintah, petani, dan masyarakat. ✊🌾

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User