Proyek Blok Gas Abadi Masela Konstruksi 2027, Mulai Produksi 2029-2030
Jakarta, Warkini.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek pengembangan Blok Gas Abadi Masela di Laut Arafura, Maluku, akan memasuki tahap konstruksi pa
Jakarta, Warkini.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek pengembangan Blok Gas Abadi Masela di Laut Arafura, Maluku, akan memasuki tahap konstruksi pada tahun 2027. Kepastian ini mengakhiri penantian panjang selama puluhan tahun untuk salah satu cadangan gas terbesar di Indonesia. Pemerintah menargetkan produksi gas pertama dari lapangan raksasa ini dapat dimulai pada rentang 2029 hingga 2030.
Dalam acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF) di Jakarta, Kamis (25/6/2026), Bahlil mengungkapkan bahwa sejumlah tahapan krusial telah menunjukkan kemajuan pesat. Proses Front End Engineering and Design (FEED) disebut berjalan positif, membuka jalan bagi keputusan investasi final (Final Investment Decision/FID) yang dijadwalkan paling lambat awal 2027.
Mengakhiri Penantian Panjang
Blok Masela yang dioperatori Inpex Corporation sempat tersendat akibat perdebatan skema pengembangan, dari fasilitas terapung (FLNG) menjadi skema onshore di era sebelumnya. Kini, desain final telah disepakati dan seluruh pihak siap bergerak ke fase konstruksi.
"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai, nah setelah akhirnya sudah ada keputusan, sudah ada kajian, saya kasih tahu sama Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah jalan. Tahun 2027 konstruksi,"
tegas Bahlil di hadapan peserta forum.
Dengan FID yang ditargetkan akhir 2026 atau awal 2027, pemancangan tiang perdana konstruksi dapat segera dimulai. Pemerintah optimistis proyek ini akan mendongkrak perekonomian nasional, menyediakan pasokan gas untuk kebutuhan domestik dan ekspor, serta membuka ribuan lapangan kerja di Indonesia timur.
Target Produksi dan Dampak Ekonomi
Setelah mulai produksi pada 2029–2030, Blok Masela diproyeksikan menghasilkan hingga 10,5 juta ton LNG per tahun dan 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari. Angka ini menjadikan Masela pilar ketahanan energi nasional di era transisi energi. Pemerintah juga mendorong keterlibatan rantai pasok lokal secara maksimal agar manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat sekitar.
Perwakilan Inpex menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah dan berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai jadwal. Dengan bergulirnya konstruksi, Blok Abadi Masela dipastikan menjadi salah satu proyek energi terbesar di Asia Tenggara yang akhirnya terwujud setelah hampir tiga dekade perencanaan.
Comments (0)