warkini.
Travel

Puluhan Anak Bali Asah Percaya Diri Lewat Pentas Tari Tradisional

Suasana riuh penuh keceriaan menyelimuti arena Happy Time di Plaza Renon, Denpasar. Sebanyak 57 anak tampil anggun mengenakan busana adat Bali lengkap deng

Puluhan Anak Bali Asah Percaya Diri Lewat Pentas Tari Tradisional

Suasana riuh penuh keceriaan menyelimuti arena Happy Time di Plaza Renon, Denpasar. Sebanyak 57 anak tampil anggun mengenakan busana adat Bali lengkap dengan riasan khas saat mengikuti ajang unjuk bakat tari tradisional. Kegiatan ini digelar sebagai wadah rekreasi alternatif yang memadukan hiburan modern dengan pelestarian budaya lokal sejak usia dini.

Di tengah pesatnya gempuran gawai dan permainan digital, ruang bermain anak ini berinisiatif menghadirkan panggung terbuka. Tujuannya sederhana namun bermakna mendalam: memberikan panggung nyata bagi anak-anak untuk melatih mental, mengasah rasa percaya diri, dan mengenalkan warisan seni pertunjukan daerah secara menyenangkan.

Ruang Publik sebagai Panggung Edukasi Budaya

Penyelenggara sengaja merancang acara ini di tengah pusat perbelanjaan agar seni tari Bali bisa lebih dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat. Leader Happy Time Plaza Renon, Ayu Puspa Dewi (28), menegaskan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukanlah mencari siapa yang terbaik, melainkan membangun keberanian anak untuk tampil di hadapan umum.

“Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai tempat anak-anak mengembangkan bakat dan menambah pengalaman baru untuk bekal di masa depan. Lomba ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ajang pelestarian seni budaya Bali,” tutur Ayu Puspa Dewi.

Menurut Ayu, tantangan membesarkan anak di era modern semakin kompleks. Pilihan hiburan instan sangat melimpah, sehingga dibutuhkan kegiatan positif yang memiliki muatan edukasi karakter yang kuat.

Kronologi dan Rangkaian Penyelenggaraan Pentas

Acara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para orang tua dan pengunjung mall yang memadati area panggung. Berikut rangkaian jalannya kegiatan:

  1. Sesi Persiapan dan Tata Rias: Sejak pagi hari, para peserta didampingi orang tua masing-masing mulai mempersiapkan kostum tari dan riasan wajah tradisional Bali secara cermat.
  2. Penampilan Tari Condong: Sebanyak 57 peserta secara bergiliran menampilkan gerakan Tari Condong di hadapan juri dan pengunjung dengan penuh penghayatan serta keluwesan gerak.
  3. Apresiasi dan Penjurian: Seluruh peserta dinilai berdasarkan teknik gerak, ekspresi, serta keberanian di panggung, di mana setiap anak mendapatkan apresiasi atas keberanian mereka tampil.
  4. Penutupan Edukatif: Penyelenggara memberikan pesan motivasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian seni daerah sebagai identitas diri generasi muda Bali.

Menumbuhkan Karakter Generasi Muda di Era Digital

Pemilihan Tari Condong dalam kegiatan ini bukan tanpa alasan. Tarian klasik ini dikenal luas di Bali dan kerap menjadi pijakan dasar bagi para penari pemula untuk mempelajari struktur gerak tari Bali yang lebih kompleks, mulai dari agem, tandang, hingga tangkep.

Melalui panggung seni ini, pihak penyelenggara berharap anak-anak tidak hanya mahir menghafal gerakan, tetapi juga menyerap nilai disiplin, kerja keras, dan kecintaan pada warisan leluhur. Fasilitas hiburan publik kini diharapkan terus bertransformasi menjadi ruang kreatif yang memberi dampak sosial nyata bagi tumbuh kembang generasi penerus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User