Purbaya Ditanya soal Anggaran: Kenapa Banyak Belanja yang Ceroboh Anda Diam Saja?

Warkini.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tekanan yang ia terima dari sejumlah pihak atas maraknya belanja negara yang dinilai tidak cermat. Di sela acara pelantika

Jul 08, 2026 - 00:26
0 0
Purbaya Ditanya soal Anggaran: Kenapa Banyak Belanja yang Ceroboh Anda Diam Saja?

Warkini.com, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tekanan yang ia terima dari sejumlah pihak atas maraknya belanja negara yang dinilai tidak cermat. Di sela acara pelantikan pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, Rabu (1/7/2026), Purbaya menyampaikan bahwa sempat ada pihak yang mempertanyakan sikap diamnya terhadap penggunaan anggaran yang dinilai ceroboh. Identitas pihak tersebut sengaja tidak ia beberkan, namun pertanyaan itu membekas dan diakuinya sangat relevan dengan realitas pengelolaan fiskal terkini.

“Saya ditanya orang tadi, katanya kan (Kementerian) Keuangan yang menguasai anggaran, kenapa banyak belanja yang ceroboh dan Anda diam saja?” ujar Purbaya di hadapan para pejabat yang baru dilantik. Ia mengakui bahwa pertanyaan itu mendasar karena menyentuh tanggung jawab Kementerian Keuangan sebagai pengelola utama anggaran negara. Desakan agar kementerian tidak lagi pasif terhadap inefisiensi belanja, menurutnya, harus dijawab dengan langkah nyata.

Purbaya Minta Dirjen Anggaran Baru Bentuk Tim Pengawal Usulan

Sebagai respons langsung, Purbaya menunjuk Sudarto, Direktur Jenderal Anggaran yang baru menjabat, untuk segera membentuk tim internal yang akan mengkaji setiap usulan belanja kementerian/lembaga. Tim itu diharapkan bekerja preventif, menelisik setiap pengajuan anggaran sebelum disetujui agar tidak ada lagi pos belanja yang lolos tanpa kontrol ketat. “Saya minta Pak Sudarto segera bentuk tim yang mempelajari semua usulan, jangan sampai kita kecolongan lagi,” tegas Purbaya.

Kekhawatiran “kecolongan” tersebut merujuk pada sejumlah kasus yang pernah mencuat, salah satunya rencana pembelian motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat itu justru memunculkan komponen pengadaan kendaraan yang dianggap tidak esensial dan berpotensi memboroskan dana publik. Kegagalan menyaring usulan semacam itu dinilai sebagai alarm bagi Kementerian Keuangan untuk memperketat evaluasi dan tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.

Langkah pembentukan tim internal ini dimaksudkan agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Purbaya menekankan, kualitas belanja bukan hanya soal kuantitas serapan, melainkan juga tentang relevansi dan efisiensi setiap komponen pengeluaran. Tim pengawal usulan diharapkan mampu mendeteksi celah-celah tidak wajar sejak dini dan menyodorkan rekomendasi perbaikan sebelum keputusan final diambil.

Dengan adanya tim tersebut, Kementerian Keuangan ingin menjawab kritik publik yang menuntut transparansi dan akuntabilitas lebih tinggi. Purbaya meyakini bahwa sikap proaktif ini akan memulihkan kepercayaan bahwa otoritas fiskal serius menjaga keuangan negara. “Kita tidak boleh diam melihat ada celah yang bisa merugikan negara,” pungkasnya, menandai pergeseran sikap kementerian dari yang sebelumnya dianggap pasif menjadi lebih responsif terhadap detil belanja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User