Purbaya Prediksi Harga Minyak Dunia Terus Turun, Defisit APBN Tak Sentuh 3%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga minyak mentah dunia akan melanjutkan tren penurunan. Kondisi ini, menurutnya, semakin memperlebar ruang fiskal Indonesia da

Jul 08, 2026 - 00:34
0 0
Purbaya Prediksi Harga Minyak Dunia Terus Turun, Defisit APBN Tak Sentuh 3%

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa harga minyak mentah dunia akan melanjutkan tren penurunan. Kondisi ini, menurutnya, semakin memperlebar ruang fiskal Indonesia dan memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali jauh di bawah ambang batas 3%.

Dalam sebuah media briefing yang digelar di kantornya, Jumat (26/6/2026), Purbaya menegaskan bahwa posisi keuangan negara saat ini berada dalam kondisi aman. Ia menggarisbawahi bahwa pemerintah memiliki kemampuan yang solid untuk mengelola tekanan eksternal, terutama yang bersumber dari fluktuasi harga komoditas energi.

"Tapi yang jelas, kondisi fiskal aman. Defisit tidak akan melebihi 3%, hampir pasti. Kita bisa kendalikan dengan baik karena ruangnya semakin terbuka lebar," ujar Purbaya.

Pernyataan optimistis itu dilandasi oleh data pergerakan harga minyak terkini yang menunjukkan pelemahan. Berdasarkan laporan yang dihimpun Warkini.com, harga minyak mentah Brent yang menjadi salah satu acuan global turun 19 sen atau sekitar 0,25% ke posisi US$75,07 per barel pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat terkoreksi 13 sen atau 0,18% menjadi US$71,79 per barel.

Ruang Fiskal yang Semakin Longgar

Penurunan harga minyak dunia memberikan napas lega bagi postur APBN. Sebagai negara importir bersih, Indonesia sangat diuntungkan ketika biaya impor energi mengecil. Beban subsidi energi yang kerap memicu pelebaran defisit dapat ditekan, sehingga alokasi anggaran bisa lebih diarahkan pada program prioritas seperti infrastruktur, perlindungan sosial, dan investasi jangka panjang.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau dinamika pasar minyak sembari memperkuat penyangga fiskal. Instrumen seperti optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan efisiensi belanja non-prioritas menjadi senjata utama untuk menjaga keseimbangan anggaran. Dengan harga minyak yang terus melandai, ketergantungan pada pembiayaan utang juga dapat dikurangi secara bertahap.

Kendali Defisit di Tengah Ketidakpastian Global

Meski dihadapkan pada berbagai ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan potensi perlambatan ekonomi, Purbaya menegaskan bahwa defisit APBN tahun ini akan tetap berada dalam koridor disiplin fiskal. Angka di bawah 3% tersebut, klaimnya, bukan sekadar janji, melainkan hasil perhitungan matang yang memasukkan skenario terburuk harga minyak sekalipun.

Warkini.com mencatat, pada tahun-tahun sebelumnya, defisit APBN kerap menjadi sorotan ketika harga minyak melonjak. Namun, kali ini Purbaya menampik kekhawatiran serupa dengan memperlihatkan data pertumbuhan penerimaan negara yang tetap solid. Pajak pertambahan nilai dan cukai yang tumbuh seiring konsumsi domestik, serta keuntungan Badan Usaha Milik Negara yang disetor ke kas negara, ikut menjadi bantalan.

Dengan pergerakan harga minyak yang menunjukkan konsistensi penurunan, optimisme pemerintah bukan tanpa dasar. Warkini.com akan terus memantau perkembangan ini dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User