Rapat di DPR, Pakar Ungkap Modus Kecurangan SPMB yang Makin Canggih

Jakarta – Komisi X DPR RI menggelar rapat panitia kerja (panja) seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) untuk membedah berbagai persoalan dalam tes masuk perguruan tinggi. Salah satu sorotan utama

Jul 07, 2026 - 23:56
0 0
Rapat di DPR, Pakar Ungkap Modus Kecurangan SPMB yang Makin Canggih

Jakarta – Komisi X DPR RI menggelar rapat panitia kerja (panja) seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) untuk membedah berbagai persoalan dalam tes masuk perguruan tinggi. Salah satu sorotan utama datang dari mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Prof Nizam, yang mengungkapkan bahwa kecurangan dalam SPMB kini semakin canggih dan mengkhawatirkan.

Rapat yang berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026) itu menghadirkan sejumlah pakar dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Prof Nizam secara tegas menyampaikan bahwa modus kecurangan terus berevolusi seiring kemajuan teknologi, sehingga memerlukan langkah antisipasi yang lebih serius dari semua pihak.

Modus Kecurangan Makin Canggih dan Sulit Terdeteksi

Dalam paparannya, Prof Nizam mengungkap temuan terbaru yang menunjukkan eskalasi kecurangan secara signifikan. “Kecurangan di dalam seleksi masuk itu makin lama makin canggih. Kemarin, tahun ini ditemukan ada yang menggunakan mikrofon miniatur yang bisa ditanam di dalam telinga dan sebagainya. Ini sungguh semakin luar biasa kecurangan yang dilakukan,” ujar Nizam.

Penggunaan perangkat komunikasi berukuran mikro yang nyaris tidak terlihat oleh mata telanjang menjadi tantangan besar bagi pengawas ujian. Modus seperti ini memungkinkan peserta menerima jawaban dari pihak luar secara real-time tanpa terdeteksi oleh sistem pengawasan konvensional. Nizam menekankan bahwa kecanggihan alat-alat tersebut menuntut peningkatan teknologi pengawasan dan pengacakan soal yang lebih ketat.

Mendesaknya Reformasi Sistem Pengawasan

Warkini.com mencatat bahwa kekhawatiran yang disampaikan Prof Nizam bukanlah hal baru, tetapi catatan tren kecurangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang mengarah pada pemanfaatan perangkat elektronik tersembunyi dan teknik komunikasi yang semakin sulit dilacak. Oleh karena itu, rapat panja DPR ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat integritas SPMB.

Beberapa usulan yang mencuat dalam rapat tersebut antara lain penerapan detektor sinyal aktif di seluruh lokasi ujian, penggunaan sistem pengacakan soal dinamis, serta pelibatan lebih banyak pengawas independen yang dibekali pemahaman tentang potensi kecurangan berbasis teknologi. Prof Nizam sendiri menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan aparat keamanan siber untuk mencegah kebocoran dan praktik curang yang dapat merusak keadilan seleksi nasional.

Dengan semakin ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, integritas SPMB menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Temuan dan peringatan dari pakar seperti Prof Nizam ini menjadi alarm bagi semua pihak untuk tidak meremehkan kreativitas para pelaku kecurangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User