Rekor MURI untuk Festival Tumpeng Nasi Krawu Jadi Bukti Nyata Kekuatan Budaya Gresik
Gresik – Semangat pelestarian kuliner tradisional kembali mengukir sejarah. Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang diselenggarakan di kawasan Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpangga
Gresik – Semangat pelestarian kuliner tradisional kembali mengukir sejarah. Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 yang diselenggarakan di kawasan Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, berhasil menorehkan prestasi membanggakan setelah dikukuhkan sebagai Rekor Dunia Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan ini diberikan karena penyusunan gunungan raksasa setinggi sekitar 4,5 meter yang seluruhnya terbuat dari 3.000 bungkus nasi krawu, sebuah pencapaian luar biasa yang digagas langsung oleh Komunitas Wartawan Grissee (KWGe).
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyambut capaian ini dengan penuh antusiasme. Menurutnya, pemecahan rekor MURI bukan sekadar angka atau seremoni semata, melainkan bukti kongkret bahwa pelestarian budaya lokal mampu menjadi kekuatan perekat identitas daerah.
“Capaian ini bukti bahwa pelestarian budaya mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas pengenalan Gresik di tingkat nasional maupun internasional. Nasi Krawu bukan hanya sekadar makanan khas, tetapi juga warisan rasa yang menyimpan sejarah panjang masyarakat pesisir Gresik,” ujar Bupati dalam keterangan yang diterima media kami, Sabtu (8/6/2025).
Lebih lanjut, Bupati Gus Yani menekankan bahwa penghargaan MURI ini akan menjadi momentum strategis untuk menggaungkan potensi wisata kuliner Gresik ke kancah yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Gresik, kata dia, berkomitmen terus mendorong kegiatan-kegiatan berbasis komunitas seperti Festival Tumpeng Nasi Krawu agar dapat menjadi agenda tahunan yang dinantikan dan mampu mendongkrak perekonomian warga.
Festival yang diwarnai berbagai kegiatan seni dan budaya lokal ini berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung. Gunungan setinggi 4,5 meter yang tersusun rapi dari 3.000 bungkus daun pisang berisi nasi krawu otentik itu menjadi pusat perhatian. Setelah prosesi pencatatan rekor selesai, gunungan tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang hadir, menciptakan suasana kebersamaan yang khas Gresik.
Dengan torehan rekor MURI ini, nasi krawu kian mengukuhkan posisinya sebagai ikon kuliner kebanggaan Jawa Timur. Keunikan nasi krawu yang disajikan dengan daging sapi suwir manis, sambal terasi gurih, dan taburan serundeng kelapa ini memang telah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia, sehingga upaya promosi berkelanjutan seperti ini dinilai sangat relevan untuk menjaga memori kolektif dan kebanggaan generasi muda.
Comments (0)