SEOUL — Warkini.com melaporkan bahwa sebuah terobosan teknologi baru saja hadir di Korea Selatan untuk memberikan perl

Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kehakiman Korea Selatan ini bekerja dengan mengintegrasikan data dari gelang elektronik yang wajib dipasang pada pergelangan kaki para pelaku penguntitan.

Jul 08, 2026 - 05:22
0 1
SEOUL — Warkini.com melaporkan bahwa sebuah terobosan teknologi baru saja hadir di Korea Selatan untuk memberikan perl

Aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kehakiman Korea Selatan ini bekerja dengan mengintegrasikan data dari gelang elektronik yang wajib dipasang pada pergelangan kaki para pelaku penguntitan. Melalui sistem pelacakan canggih ini, lokasi terkini pelaku akan ditampilkan secara real-time pada peta digital di dalam aplikasi, memberikan kesadaran situasional yang vital bagi para korban untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Bagaimana Mekanisme Kerja Aplikasi Ini?

Mekanisme utama aplikasi ini bertumpu pada sinyal yang dipancarkan oleh alat pelacak yang terintegrasi dalam gelang elektronik. Data lokasi dari gelang tersebut dikirimkan ke sistem pusat, lalu diteruskan ke aplikasi di ponsel korban. Dengan antarmuka peta yang intuitif, korban dapat melihat dengan jelas posisi penguntit, lengkap dengan riwayat pergerakan mereka. Sistem ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini apabila pelaku mendekati radius tertentu dari rumah, tempat kerja, atau lokasi korban berada.

"Tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk memberikan rasa aman yang nyata dan kendali lebih kepada korban atas keselamatan diri mereka sendiri. Kami percaya transparansi lokasi ini akan menjadi deteren yang kuat dan alat respons cepat," jelas juru bicara Kementerian Kehakiman dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh media kami.

Peluncuran ini merupakan respons atas meningkatnya kesadaran publik dan tuntutan akan hukuman serta langkah pencegahan yang lebih keras terhadap kejahatan penguntitan di Korea Selatan. Sejumlah kasus tragis di masa lalu, termasuk pembunuhan yang melibatkan penguntit, telah memicu gelombang protes dan desakan agar pemerintah memanfaatkan teknologi untuk melindungi warga negaranya secara lebih proaktif.

Perlindungan Data dan Privasi

Meskipun menawarkan tingkat transparansi yang tinggi, Kementerian Kehakiman menekankan bahwa sistem ini dirancang dengan protokol keamanan data yang ketat. Akses terhadap data lokasi pelaku sepenuhnya terbatas hanya pada korban dan otoritas penegak hukum terkait. Tidak ada akses publik atau komersial terhadap basis data ini, guna mencegah potensi penyalahgunaan informasi yang dapat menimbulkan masalah baru.

Penerapan gelang elektronik sendiri bukanlah hal baru di Korsel, yang sebelumnya telah digunakan untuk memantau pelaku kejahatan seksual dan pembebasan bersyarat. Namun, perluasan fungsinya untuk memberikan akses data langsung kepada korban dalam kasus penguntitan menandai langkah maju yang signifikan dalam kebijakan perlindungan korban.

Laporan Warkini.com dari Seoul mengindikasikan bahwa inisiatif ini mendapat sambutan beragam. Kelompok advokasi korban menyambut baik langkah konkret ini, sementara sebagian pengamat hukum mengingatkan perlunya keseimbangan antara hak privasi pelaku yang telah menjalani proses hukum dan hak korban untuk merasa aman. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas aplikasi ini dalam menekan angka residivisme penguntitan di negara tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User