Petenis putri nomor satu dunia asal Belarusia, Aryna Sabalenka, kembali menunjukkan taringnya di panggung megah Arthur Ashe Stadium. Tampil begitu perkasa dan dominan, Sabalenka sukses melangkah ke partai puncak US Open setelah menumbangkan wakil tuan rumah, Jessica Pegula, lewat pertarungan dua set langsung dengan skor 7-5 dan 6-2.
Kemenangan meyakinkan ini membawa Sabalenka semakin dekat dengan catatan emas tenis modern. Petenis berusia 28 tahun tersebut kini tengah membidik gelar US Open ketiga berturut-turut—sebuah prestasi prestisius yang sebelumnya hanya mampu diukir oleh legenda tenis dunia, Chris Evert dan Serena Williams.
Pertarungan Ketat Menguji Mental di Set Pembuka
Laga semifinal kali ini sejatinya berjalan sangat sengit di awal permainan. Jessica Pegula memberikan perlawanan luar biasa dengan konsistensi pukulan servis serta pertahanan yang solid dari baseline. Kedua petenis saling mempertahankan servis masing-masing tanpa memberi celah sedikit pun hingga kedudukan imbang 5-5 dan berlanjut 6-5 untuk keunggulan Sabalenka.
Namun, titik balik terjadi pada gim ke-12. Sabalenka menaikkan intensitas serangan lewat rentetan groundstroke keras nan presisi yang membuat Pegula tertekan hingga tertinggal 0-40. Memanfaatkan momen krusial tersebut, Sabalenka akhirnya mengunci set pertama setelah pukulan pengembalian Pegula membentur net.
"Saya sangat bahagia bisa memainkan tenis level tinggi seperti ini. Saya benar-benar lapar kemenangan dan menginginkan tiket final ini dengan sepenuh hati," ungkap Sabalenka selepas pertandingan.
Dominasi Tanpa Ampun di Set Kedua
Memasuki set kedua, Sabalenka sama sekali tidak mengendurkan tempo permainannya. Ia terus mengeksploitasi servis kedua Pegula yang dinilai kurang bertenaga dengan pukulan forehand menyilang yang mematikan. Berikut kronologi dominasi Sabalenka hingga menyegel kemenangan:
- Gim 4 (Skor 3-1): Sabalenka mencatatkan break point krusial setelah melepaskan tembakan forehand laser tepat ke sudut lapangan yang gagal dijangkau Pegula.
- Gim 5-7 (Skor 5-2): Servis keras Sabalenka tak terbendung, mencatatkan total 7 ace dan 29 winner sepanjang laga untuk menjaga keunggulan.
- Gim 8 (Skor 6-2): Pegula terpaksa menyerahkan match point setelah pukulannya melebar ke luar garis, memastikan kemenangan mutlak bagi sang juara bertahan.
Menatap Rekor Bersejarah di Partai Puncak
Kini, Sabalenka tinggal selangkah lagi menuju tahta juara dan menuliskan namanya dalam buku sejarah Grand Slam. Di partai final hari Sabtu mendatang, ia dijadwalkan bakal berhadapan dengan pemenang laga semifinal lainnya, antara unggulan kedua Elena Rybakina atau unggulan keempat asal Amerika Serikat, Coco Gauff—sosok yang sempat mengalahkannya di final US Open edisi 2023 lalu.
Dengan performa terbaik yang ditunjukkan sepanjang turnamen, Sabalenka dipastikan melangkah ke final dengan rasa percaya diri yang meluap untuk mempertahankan mahkota juaranya di New York.
Comments (0)