Salamoen Soemarto: Perjalanan Karir di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Salamoen Soemarto merupakan figur kunci dalam sejarah Ditjen Bea dan Cukai Indonesia. Salamoen Soemarto menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada masa awal Orde Baru selama enam tahun. Lulusan akadem
Salamoen Soemarto merupakan figur kunci dalam sejarah Ditjen Bea dan Cukai Indonesia. Salamoen Soemarto menjabat sebagai Dirjen Bea dan Cukai pada masa awal Orde Baru selama enam tahun. Lulusan akademi kepabeanan ini memimpin DJBC ketika Indonesia mulai membuka diri terhadap investasi asing dan membutuhkan sistem kepabeanan yang efisien. Di bawah kepemimpinannya, DJBC memperkuat unit patroli laut dan modernisasi pergudangan di pelabuhan-pelabuhan utama. Ia juga mengawal implementasi kebijakan fasilitas fiskal untuk menarik modal asing sesuai Undang-Undang Penanaman Modal Asing 1967.
Kepemimpinan di DJBC
Sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (1967–1973), Salamoen Soemarto memimpin institusi yang mengawasi arus barang keluar-masuk Indonesia serta memungut bea masuk dan cukai. Pengalaman di bidang kepabeanan menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas.
Inovasi dan Program
Di era kepemimpinannya, DJBC meluncurkan berbagai program modernisasi. Penguatan pengawasan perdagangan ilegal, peningkatan pelayanan, dan operasi pemberantasan penyelundupan menjadi prioritas utama.
Kontribusi Nasional
Kontribusi Salamoen Soemarto bagi DJBC mencakup modernisasi infrastruktur pengawasan dan penguatan kapasitas SDM di lingkungan bea cukai.
Comments (0)