Satgas PRR Desak Akselerasi Pemulihan Sektor Pertanian di Sumatera

Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sebagian petani telah m

Jul 08, 2026 - 19:37
0 1
Satgas PRR Desak Akselerasi Pemulihan Sektor Pertanian di Sumatera

Upaya pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sebagian petani telah mulai kembali mengelola sawah mereka, sejalan dengan kemajuan rehabilitasi lahan yang digulirkan oleh berbagai pihak.

Meskipun ada kemajuan di lapangan, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menilai laju pemulihan masih perlu ditingkatkan. Satgas secara aktif mendorong pemerintah daerah (Pemda) di ketiga provinsi tersebut untuk mempercepat pelaksanaan program-program pemulihan, dengan tujuan agar manfaatnya dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para petani yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Prioritas Utama: Penghidupan dan Ketahanan Pangan

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama dalam keseluruhan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Pemulihan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas utama. Sektor ini berkaitan langsung dengan urat nadi penghidupan masyarakat dan ketahanan pangan di daerah terdampak," ujar Tito.

Ia menjelaskan bahwa percepatan rehabilitasi lahan pertanian bukan hanya soal mengembalikan fungsi lahan semata, melainkan juga memastikan agar siklus tanam dan produksi pangan tidak terganggu terlalu lama. Gangguan yang berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi rumah tangga petani di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan hektare lahan sawah di ketiga provinsi itu sempat tidak bisa ditanami akibat terjangan bencana beberapa waktu lalu. Kini, dengan perbaikan saluran irigasi, pembersihan material longsor, serta pemulihan struktur tanah, aktivitas pertanian secara bertahap kembali menggeliat. Sejumlah kelompok tani melaporkan bahwa mereka sudah mulai melakukan pengolahan tanah dan persemaian untuk menyambut musim tanam berikutnya.

Dorong Sinergi Lintas Sektor

Satgas PRR tidak hanya mendorong percepatan dari sisi alokasi anggaran dan pelaksanaan teknis di lapangan, melainkan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi. Kementerian Pertanian, dinas pertanian di tingkat provinsi dan kabupaten, hingga kelompok tani diharapkan dapat bekerja lebih erat dalam mengawal proses pemulihan ini.

Pendampingan teknis, penyediaan bibit unggul, pupuk bersubsidi, dan alat mesin pertanian menjadi beberapa aspek yang harus dipastikan ketersediaannya. Dengan sinergi yang kuat, target agar seluruh lahan terdampak dapat kembali produktif pada musim tanam mendatang dinilai bukan hal yang mustahil untuk dicapai.

Para pengamat pertanian menilai, percepatan ini sekaligus menjadi momentum strategis untuk membangun sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap risiko bencana di masa depan. Penerapan teknologi tepat guna, perbaikan tata kelola air, serta penguatan kapasitas petani dalam mitigasi bencana menjadi kunci agar sektor pertanian di Sumatera tidak hanya pulih, tetapi juga lebih siap menghadapi kemungkinan bencana serupa di kemudian hari.

Warkini.com akan terus memantau perkembangan upaya pemulihan ini dan menyajikan laporan terbaru dari lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User