Setan Merah Kian Terpuruk: MU Dihajar Brentford di Kandang Sendiri

Manchester United kembali menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Inggris musim 2024/2025. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Old Trafford, pasukan Ruben Amorim justru takluk 0-2 dari tamun...

Jul 12, 2026 - 19:13
0 0
Setan Merah Kian Terpuruk: MU Dihajar Brentford di Kandang Sendiri

Manchester United kembali menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Inggris musim 2024/2025. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Old Trafford, pasukan Ruben Amorim justru takluk 0-2 dari tamunya Brentford pada Sabtu (23/11) malam WIB. Kekalahan ini semakin menenggelamkan Setan Merah di papan tengah klasemen, sekaligus memicu gelombang protes dari para pendukung yang mulai kehabisan kesabaran.

Dominasi Penguasaan Bola yang Sia-sia

Secara statistik, United sebenarnya unggul dalam penguasaan bola hingga 68 persen. Namun, anak asuh Ruben Amorim kembali menunjukkan masalah klasik: ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Puluhan umpan silang dan upaya penetrasi selalu kandas di lini pertahanan Brentford yang digalang solid oleh Ethan Pinnock. Sebaliknya, tim tamu justru beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang membuat barisan belakang United yang dihuni Matthijs de Ligt dan Lisandro Martinez kocar-kacir.

Gol Cepat dan Drama VAR

Bencana bagi tuan rumah dimulai pada menit ke-12. Melalui skema sepak pojok, Bryan Mbeumo berhasil menyambar bola liar di kotak penalti setelah kiper Andre Onana gagal menangkap bola dengan sempurna. Gol tersebut sempat diprotes kubu United karena dianggap ada pelanggaran terhadap Martinez, namun wasit tetap mengesahkan setelah peninjauan VAR. Gol ini jelas memukul mental para pemain United. Alih-alih bangkit, mereka malah semakin kehilangan ritme permainan.

Babak kedua, Amorim mencoba mengubah taktik dengan memasukkan Rasmus Hojlund menggantikan Joshua Zirkzee yang tampil melempem. Meski beberapa kali merepotkan pertahanan Brentford, Hojlund tetap gagal membobol gawang Mark Flekken. Puncak frustrasi terjadi saat Bruno Fernandes mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-78 setelah melancarkan protes keras kepada wasit. Unggul jumlah pemain, Brentford justru semakin leluasa mengontrol permainan dan akhirnya menggandakan keunggulan lewat gol Yoane Wissa di masa injury time.

Posisi Amorim Kian Terpojok

Kekalahan ini membuat posisi Ruben Amorim sebagai manajer kian tidak aman. Baru ditunjuk pada awal musim menggantikan Erik ten Hag, pelatih asal Portugal itu belum mampu memberikan identitas permainan yang jelas bagi United. Hingga pekan ke-12, United baru mengoleksi 4 kemenangan dari 12 laga, dan catatan 6 kekalahan sudah membuat mereka terlempar dari persaingan zona Eropa. Sejumlah nama seperti Zinedine Zidane dan Gareth Southgate mulai disebut-sebut sebagai kandidat pengganti jika hasil buruk terus berlanjut.

Suporter Mulai Bergerak

Tidak hanya di atas lapangan, situasi di luar stadion juga memanas. Ratusan suporter yang tergabung dalam kelompok "The 1958" kembali menggelar aksi damai di luar Old Trafford sebelum pertandingan, memprotes kebijakan manajemen klub yang dianggap tidak kompeten dalam bursa transfer dan pengelolaan tim. Spanduk bertuliskan "Glazers Out" dan "Standards Have Fallen" terlihat jelas di berbagai sudut stadion. Di media sosial, tagar #AmorimOut bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter/X sepanjang akhir pekan.

Masa Depan yang Suram

Dengan raihan poin yang minim, Manchester United saat ini terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara Liga Inggris. Situasi ini tentu sangat kontras dengan sejarah besar klub yang telah mengoleksi 20 gelar juara liga. Meski kompetisi masih panjang, jalan menuju zona Liga Champions musim depan tampak semakin berat. Tantangan berikutnya bagi Bruno Fernandes dan kolega adalah laga tandang ke markas Arsenal pekan depan, yang jelas bukan lawan enteng bagi tim yang tengah krisis kepercayaan diri.

Akankah Setan Merah mampu bangkit, atau justru semakin terbenam dalam pusaran krisis? Satu hal yang pasti: perubahan mendasar harus segera terjadi, entah itu di ruang ganti, di jajaran pelatih, atau bahkan di level manajemen puncak.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User