warkini.
Viral

Shinjuku Larang 2.000 Rumah Airbnb Akibat Protes Turis Nakal

Distrik Shinjuku yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan hiburan paling ikonik di Tokyo, Jepang, kini mengambil langkah tegas demi melindungi k

Shinjuku Larang 2.000 Rumah Airbnb Akibat Protes Turis Nakal

Distrik Shinjuku yang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan hiburan paling ikonik di Tokyo, Jepang, kini mengambil langkah tegas demi melindungi ketenangan warganya. Pemerintah daerah setempat bersiap memberlakukan pembatasan ketat hingga larangan operasional pada lebih dari separuh penginapan sewa jangka pendek, termasuk hunian yang terdaftar di platform populer seperti Airbnb. Langkah drastis ini diambil sebagai respons atas gelombang protes warga lokal yang sudah berada di puncak kekesalan akibat maraknya ulah turis nakal.

Ulah Turis Bikin Warga Lokal Hilang Kesabaran

Lonjakan drastis jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Negeri Sakura pascapandemi rupanya menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, lonjakan ini memacu pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata. Namun di sisi lain, fenomena overtourism menciptakan ketegangan sosial yang makin meruncing antara pendatang dan warga lokal di kawasan permukiman Shinjuku.

Masyarakat setempat berulang kali mengeluhkan tingkah laku oknum pelancong asing yang mengabaikan tata krama lokal. Permasalahan utama yang paling sering muncul meliputi suara gaduh hingga larut malam akibat pesta di dalam rumah sewaan, pembuangan sampah sembarangan tanpa mematuhi aturan pemilahan sampah khas Jepang yang ketat, hingga tindakan tidak sopan seperti lalu lalang di area pribadi warga hanya demi mengambil foto.

"Kami tentu menyambut hangat wisatawan yang ingin menikmati keindahan kota ini. Namun, ketika kenyamanan, ketenangan malam, dan rasa aman warga terus-menerus terganggu oleh pesta liar serta tumpukan sampah, tindakan hukum yang tegas harus segera diambil," tegas salah satu perwakilan asosiasi warga di Shinjuku.

Melarang Operasional Lebih dari 2.000 Rumah Sewa

Kebijakan pemangkasan izin ini berdampak cukup masif. Diperkirakan ada lebih dari 2.000 unit penginapan sewa jangka pendek di kawasan Shinjuku yang terancam dihentikan operasionalnya atau dibatasi secara ketat. Platform sewa hunian seperti Airbnb yang selama ini menjadi andalan para pelancong beranggaran terbatas kini harus menyaring kembali daftar penyedia akomodasi di wilayah tersebut.

Pemerintah Distrik Shinjuku bakal menerapkan regulasi ketat terkait hari dan jam operasional penginapan jenis minpaku (sewa rumah pribadi). Pada beberapa area permukiman khusus, operasional penginapan bahkan akan dilarang total pada hari kerja dan hanya diizinkan beroperasi saat akhir pekan tertentu agar tidak mengganggu waktu istirahat warga yang harus bekerja.

Gelombang Anti-Overtourism Meluas di Jepang

Pengetatan aturan di Shinjuku ini memperpanjang daftar wilayah di Jepang yang mulai membatasi aktivitas pariwisata demi menjaga stabilitas kehidupan warga lokal. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah di Jepang kini lebih memprioritaskan kualitas hidup warga ketimbang kejar tayang angka kunjungan wisata.

  • Distrik Shibuya: Melarang konsumsi minuman beralkohol di jalanan umum pada malam hari untuk mencegah kerusuhan dan sampah botol berserakan.
  • Kota Kyoto: Menutup akses beberapa lorong privat di kawasan bersejarah Gion untuk melindungi kenyamanan dan privasi para geisha dari kejaran kamera turis.
  • Fujikawaguchiko: Memasang jaring hitam raksasa penutup pemandangan Gunung Fuji di depan minimarket terkenal guna mencegah turis menyeberang jalan secara berbahaya demi konten media sosial.

Tips Bagi Pelancong Indonesia yang Ingin ke Tokyo

Bagi kamu wargi Warkini yang berencana melakukan perjalanan ke Tokyo dalam waktu dekat, berlakunya aturan baru ini patut diantisipasi. Sangat disarankan untuk selalu memeriksa status legalitas dan izin resmi tempat menginap sebelum melakukan transaksi pemesanan. Langkah ini penting agar kamu tidak mendadak kehilangan tempat beralamat akibat pembatalan izin lokal secara mendadak.

Selain itu, penting bagi setiap wisatawan untuk selalu mengedepankan etika bertamu. Menjaga volume suara saat berada di area perumahan, membuang serta memilah sampah sesuai instruksi penginapan, dan menghormati privasi warga lokal adalah kunci agar momen liburanmu tetap menyenangkan tanpa memicu konflik sosial.

Pemerintah Distrik Shinjuku di Tokyo bakal menerapkan aturan tegas melarang operasional lebih dari separuh penginapan sewa jangka pendek. Kebijakan ini merupakan buntut dari akumulasi protes warga lokal terhadap ulah turis asing yang sering bikin gaduh dan membuang sampah sembarangan. Simak informasi selengkapnya hanya di Warkini.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User