Stori Andika, Lulusan SMK yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga di Usia Muda

Seorang pemuda bernama Andika (19) terlihat serius mengikuti rangkaian walk-in interview di arena Jakarta Job Fair yang digelar di kantor Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk rib

Jul 06, 2026 - 13:48
0 1
Stori Andika, Lulusan SMK yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga di Usia Muda

Seorang pemuda bernama Andika (19) terlihat serius mengikuti rangkaian walk-in interview di arena Jakarta Job Fair yang digelar di kantor Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk ribuan pencari kerja lainnya, warga Jelambar ini hadir bukan sekadar untuk mencari pengalaman, melainkan karena ada tanggung jawab besar yang tiba-tiba harus ia pikul di pundaknya.

Berdasarkan laporan media kami di lokasi pada Kamis (25/6/2026), Andika merupakan lulusan baru dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Ia datang dengan membawa setumpuk berkas lamaran dan tekad bulat untuk segera mendapatkan pekerjaan. Namun, di balik wajah mudanya, tersimpan kisah pilu sebagai seorang sandwich generation atau generasi sandwich.

Beban Tak Terduga Setelah Kelulusan

Andika menceritakan bahwa ujian sesungguhnya justru dimulai setelah ia melepas seragam putih abu-abunya. Alih-alih bisa menikmati masa transisi atau berfokus melanjutkan pendidikan, ia justru harus segera turun ke dunia kerja. Pasalnya, kondisi ekonomi keluarganya berubah drastis karena persoalan kesehatan yang menimpa orang tuanya.

Jujur orang tua saya beberapa bulan terakhir, habis saya luluslah, udah mulai sakit Bang. Mulai susah kalau kerja. Makanya saya sekarang ya fokus cari kerja aja

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa mendesaknya situasi yang dihadapi Andika. Sebagai anak yang baru beranjak dewasa, ia otomatis bergeser peran menjadi tumpuan finansial utama di keluarganya. Ia tidak hanya harus memikirkan masa depannya sendiri, tetapi juga keberlangsungan hidup orang tuanya sehari-hari.

Prioritas pada Biaya Rumah Tangga

Meski berada dalam tekanan, Andika terlihat cukup tenang dan realistis dalam memetakan pengeluarannya. Ia mengaku cukup beruntung karena akses kesehatan orang tuanya masih terjamin oleh pemerintah melalui program BPJS Kesehatan. Keberadaan jaminan kesehatan ini setidaknya sedikit mengurangi beban pikiran pemuda itu.

Walau urusan obat-obatan dan kontrol ke klinik sudah teratasi, Andika tetap harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan primer lainnya. Pengeluaran rutin seperti listrik dan pangan kini menjadi tanggung jawab mutlak yang harus ia selesaikan.

Sebenarnya kalau obat atau ke klinik itu aman, ada BPJS. Nah ini tinggal bayarin (kebutuhan) rumahnya ajalah, kayak listrik, makan, yang gitu-gitu

Dengan segala keterbatasan sebagai lulusan baru, Andika terus mencoba peruntungannya di berbagai stan perusahaan yang membuka lowongan di job fair tersebut. Kehadirannya menjadi representasi dari banyaknya anak muda di Indonesia yang harus rela menunda impian demi memastikan dapur di rumah tetap menyala. Harapannya, melalui perhelatan bursa kerja ini, ia bisa segera memperoleh panggilan kerja dan meringankan beban hidup yang kini menghimpit keluarganya

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User