Suami Bunuh Istri Siri di Jakbar, Terungkap dari Celetukan Anak

Warga Jakarta Barat digegerkan oleh penemuan jasad seorang wanita berinisial R (40) di rumahnya di Jalan Padamulya VIII, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, pada Jumat (19/6). Penyelidikan yang dilak

Jul 08, 2026 - 00:06
0 0
Suami Bunuh Istri Siri di Jakbar, Terungkap dari Celetukan Anak

Warga Jakarta Barat digegerkan oleh penemuan jasad seorang wanita berinisial R (40) di rumahnya di Jalan Padamulya VIII, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, pada Jumat (19/6). Penyelidikan yang dilakukan oleh aparat Polsek Tambora akhirnya mengarah pada seorang pria berinisial ES (30), yang tak lain adalah suami siri korban. Ironisnya, kasus ini mulai terendus bukan dari bukti forensik semata, melainkan dari celetukan polos seorang anak yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Peran Celetukan Anak dalam Pengungkapan Kasus

Menurut laporan yang dihimpun media kami, kecurigaan awal muncul ketika seorang saksi anak-anak yang kerap bermain di dekat rumah korban melontarkan komentar yang tidak biasa. Saat ditanya oleh tetangga tentang kejadian malam itu, anak tersebut menyebutkan bahwa ia mendengar suara ribut dari dalam rumah, diikuti oleh ucapan yang menirukan ancaman. Celetukan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat, yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut ke pihak kepolisian. Tim Reskrim Polsek Tambora langsung mengembangkan informasi itu dan menemukan kejanggalan pada keterangan ES yang sempat diperiksa sebagai saksi awal.

Kronologi Penemuan dan Penangkapan

Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, dalam keterangan resminya pada Senin (22/6/2026), mengonfirmasi penangkapan pelaku. "Untuk pelaku yang diduga melakukan pembunuhan terhadap istri sirinya sendiri sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Tambora. Saat proses penangkapan berlangsung, pelaku tidak melakukan perlawanan," ujar Wahyu. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adiknya yang curiga karena korban tidak kunjung membalas pesan sejak Jumat pagi. Setelah mendobrak pintu yang terkunci dari dalam, adik korban mendapati R sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan tanda-tanda kekerasan di bagian leher.

Motif dan Proses Hukum

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Informasi awal yang diperoleh media kami menyebutkan bahwa hubungan antara R dan ES dikenal tidak harmonis. Beberapa sumber di lingkungan sekitar mengaku sering mendengar pertengkaran keduanya yang dipicu masalah ekonomi dan kecemburuan. Namun, polisi belum memberikan pernyataan pasti mengenai motif karena pemeriksaan terhadap pelaku masih berlangsung. Barang bukti berupa seutas tali dan alat komunikasi milik korban telah diamankan untuk kepentingan penyidikan.

"Pengakuan dari saksi anak-anak ini menjadi titik balik penyelidikan. Tanpa celetukan itu, mungkin kami butuh waktu lebih lama untuk mengarah kepada pelaku," ungkap seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya dalam laporan ini.

Dukungan untuk Keluarga Korban

Masyarakat sekitar turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Pihak kelurahan setempat menyatakan akan memfasilitasi pendampingan psikologis bagi adik korban dan saksi anak yang sempat trauma akibat kejadian ini. Sementara itu, jenazah R telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah proses autopsi selesai dilakukan di RSCM pada Sabtu (20/6). Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya kepekaan lingkungan sekitar, di mana ucapan sederhana seorang anak mampu membuka tabir kejahatan yang tersembunyi di balik dinding rumah tangga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User