warkini.
Viral

Sunscreen di Sore Hari: Masih Perlu atau Sia-Sia? Ini Faktanya

Pernah nggak, bestie, lo baru ngeh kalau sunscreen masih nyangkut di tas pas jam tiga sore? Pas pagi udah buru-buru, pas siang sibuk scroll TikTok, eh sore baru sadar kulit belum dilindungi sama sekal...

Sunscreen di Sore Hari: Masih Perlu atau Sia-Sia? Ini Faktanya

Pernah nggak, bestie, lo baru ngeh kalau sunscreen masih nyangkut di tas pas jam tiga sore? Pas pagi udah buru-buru, pas siang sibuk scroll TikTok, eh sore baru sadar kulit belum dilindungi sama sekali. Langsung panik, gas poles sunscreen, tapi di kepala muncul satu pertanyaan: emang boleh ya pakai sunscreen di sore hari? Bukannya itu cuma buat pagi atau pas ke pantai doang?

Tenang, sebelum lo ngerasa telat dan niat balik badan, gue kasih jawaban singkatnya: boleh banget, malah lebih baik daripada nggak sama sekali. Sinar matahari itu nggak kenal jam kerja. Justru salah satu kesalahan paling umum yang bikin skincare routine lo red flag adalah mikir kalau UV cuma ada dari pagi sampai siang, terus sore udah aman. Padahal kenyataannya nggak sesimpel itu, dan kulit lo yang bakal nanggung akibatnya nanti.

Mitos lama: sunscreen cuma buat pagi hari

Banyak yang percaya kalau sunscreen itu kayak alarm pagi — sekali dipakai, terus selesai. Padahal itu mitos parah sih. SPF yang lo olesin jam tujuh pagi itu nggak akan nempel terus sampai maghrib. Formulasinya bakal luntur kena keringat, gesekan baju, atau cuma karena produksi minyak alami kulit. Jadi kalau sore lo masih keluar rumah dengan 'bekas' sunscreen pagi, proteksinya udah jauh berkurang dari angka yang lo kira.

Belum lagi soal jenis sinarnya. Ada dua musuh utama yang wajib lo kenal: UVA dan UVB. UVB itu biang keroknya kulit terbakar dan kemerahan, dan intensitasnya memang paling tinggi di siang hari. Tapi UVA? Dia beda cerita. Sinar UVA bisa nembus awan, nembus kaca jendela, dan kadarnya relatif stabil dari pagi sampai sore. Efeknya bukan bikin lo item seketika, tapi penuaan dini: garis halus, kerutan, dan flek hitam yang muncul pelan-pelan.

Sore hari juga bukan jam aman

Iya, sinar sore emang lebih 'adem' dan nggak menyengat kayak jam dua belas siang. Tapi perasaan adem itu misleading banget. UV index memang turun menjelang sore, tapi bukan berarti jadi nol. Selama matahari masih di atas cakrawala, radiasi UV masih ada, dan akumulasinya di kulit tetap jalan terus. Kalau lo kerja di dekat jendela atau nongkrong di kafe outdoor sambil nge-charge laptop, kulit lo tetap kena paparan yang nggak bisa dianggap enteng.

Bahkan buat lo yang doyan foto golden hour, ini plot twist-nya: momen favorit buat bikin konten itu justru salah satu waktu di mana UVA masih aktif. Jadi bukannya nolak sunscreen biar 'fotonya bagus', mending tetep oles, selfie tetap gas pol, kulit tetap aman. Dua-duanya bisa jalan bareng, bestie.

Gimana cara pakai sunscreen yang bener di sore hari?

Kalau sore lo baru inget, jangan cuma asal comot terus oles tipis-tipis kayak lagi pelit. Aturan dua jari tetap berlaku — cukupkan dosisnya biar proteksinya beneran dapet. Kalau lo udah lama di luar ruangan, sempetin reapply tiap dua sampai tiga jam, apalagi kalau habis berkeringat, berenang, atau ngerasain sunscreen-nya mulai licin hilang.

Buat yang sorenya masih di dalam ruangan tapi duduk dekat jendela, sunscreen tetap relevan karena UVA bisa tembus kaca. Ini yang bikin banyak orang nggak nyangka: kulit lo bisa kena damage walau nggak pernah 'terbakar'. Jadi kalau lo pikir sore di kantor itu bebas UV, eits, jangan salah hitung dulu.

Jadi, boleh atau nggak?

Kesimpulannya gampang: sunscreen itu bukan cuma ritual pagi, tapi kebutuhan yang bisa lo pakai kapan aja matahari masih ada. Nggak ada aturan yang bilang sore hari itu haram pakai SPF. Yang ada cuma kebiasaan yang bikin kulit lo makin rentan karena nunda-nunda perlindungan. Mending telat daripada nggak sama sekali, tapi kalau bisa, jadikan sunscreen bagian dari rutinitas harian lo mulai sekarang.

Skincare itu investasi jangka panjang, dan kulit lo nggak bisa protes langsung kalau lagi 'ditinggal' — baru muncul flek dan kerutan beberapa tahun kemudian, pas lo udah lupa kalau dulu sering skip sunscreen sore hari. Nah, sekarang gimana menurut lo? Lo tim yang selalu reapply atau masih sering nunda-nunda? Drop jawaban lo di kolom komentar, dan jangan lupa share artikel ini ke circle yang masih mikir sunscreen cuma buat pagi!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User