Swiss Hajar Bosnia 3-0, Manzambi Bintang Baru La Azzurri?
Inglewood, California – Panggung Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama menarik. Swiss tampil perkasa kala menghadapi Bosnia dalam laga kedua Grup B yang berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, K...
Inglewood, California – Panggung Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama menarik. Swiss tampil perkasa kala menghadapi Bosnia dalam laga kedua Grup B yang berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, Kamis (18/6) waktu setempat. Kemenangan telak 3-0 sukses diamankan, dengan sorotan utama tertuju pada sosok Johan Manzambi, pemain yang namanya mendadak jadi perbincangan hangat usai mencetak gol penutup pesta Swiss.
Badai Sejak Menit Awal
Begitu peluit babak pertama dibunyikan, Swiss langsung tancap gas. Anak asuh pelatih Murat Yakin memperagakan permainan agresif yang membuat lini belakang Bosnia kelimpungan. Belum genap 20 menit, Swiss sudah unggul lewat sepakan keras Granit Xhaka dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Ibrahim Šehić. Gol tersebut seolah membuka keran serangan. Bosnia yang mencoba bangkit justru semakin tertekan. Aliran bola cepat dari kaki ke kaki para pemain Swiss membuat pertahanan lawan seperti ditusuk-tusuk pisau panas. Hingga turun minum, kedudukan tetap 1-0, tapi statistik menunjukkan penguasaan bola Swiss mencapai 67 persen. Tim asuhan Sergej Barbarez benar-benar dipaksa bermain di area sendiri.
Manzambi Mencuri Perhatian
Memasuki babak kedua, Bosnia berusaha keluar dari tekanan dengan memasukkan beberapa pemain segar. Namun, Swiss tidak mengendur. Justru gol kedua tercipta di menit ke-58 melalui sundulan Breel Embolo yang memanfaatkan umpan silang matang dari sayap kanan. Skor menjadi 2-0 dan ritme permainan masih milik Swiss. Puncaknya terjadi pada menit ke-78, ketika Johan Manzambi yang baru masuk di menit ke-70 menggantikan Xherdan Shaqiri, langsung membuktikan ketajamannya. Berawal dari serangan balik cepat, Manzambi menerima bola terobosan di sisi kiri pertahanan Bosnia. Dengan tenang, ia mengecoh satu bek, lalu melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh yang tak mampu dijangkau kiper. Gol ketiga Swiss ini sontak memicu sorak-sorai pendukung La Nati yang memadati sudut stadion.
Momen selebrasi usai gol tersebut begitu emosional. Para pemain Swiss langsung menghambur ke arah Manzambi. Pemandangan pemain Swiss Johan Manzambi yang dikerumuni rekan-rekannya dengan raut wajah penuh kebanggaan menjadi penegas bahwa momen ini akan dikenang lama. Dalam hitungan menit, namanya bergema di media sosial. Warganet ramai memuji penampilan impresif pemain berusia 24 tahun yang musim lalu membela klub AS Monaco di Ligue 1 itu.
Kebangkitan Seekor Singa Muda
Sebelum laga ini, nama Manzambi mungkin masih asing di telinga para penggemar sepak bola internasional. Namun, penampilannya malam itu seolah menjawab semua keraguan. Perpaduan kecepatan, teknik individu, dan ketenangan dalam menuntaskan peluang menjadi bukti bahwa ia layak diandalkan di panggung sebesar ini. Jurnalis Swiss, Marco Keller, melalui akun Twitter pribadinya langsung menulis, "Johan Manzambi benar-benar penemuan berharga. Dia membawa energi baru yang sudah lama dibutuhkan tim ini." Sementara pengamat bola Tanah Air, Justinus Lhaksana, dalam kanal YouTube-nya menyebut Manzambi sebagai "proyek masa depan Swiss yang siap meledak di Piala Dunia kali ini."
Dampak di Klasemen Grup B
Dengan tambahan tiga poin ini, Swiss kini kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan empat poin, hasil dari satu kemenangan dan satu hasil imbang sebelumnya. Sementara Bosnia yang belum meraih angka harus bekerja ekstra keras di laga pamungkas melawan Brasil jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. Pelatih Murat Yakin dalam konferensi pers usai laga mengaku puas, namun tetap meminta timnya untuk tidak cepat berpuas diri. "Kami masih punya pekerjaan rumah. Hari ini anak-anak bekerja luar biasa, terutama Johan yang langsung nyetel. Tapi perjalanan masih panjang," ujarnya singkat.
Di sisi lain, gelandang Bosnia, Miralem Pjanić, mengakui keunggulan lawan. "Swiss bermain sangat efisien. Kami kehilangan ritme sejak awal. Ini kekalahan yang menyakitkan, tapi kami akan bangkit," tuturnya dengan nada lesu. Kini sorotan tertuju pada laga berikutnya, apakah Swiss mampu menjaga konsistensi dan apakah Manzambi kembali mendapat menit bermain lebih banyak. Yang pasti, malam di Inglewood itu menjadi saksi lahirnya pahlawan baru sepak bola Swiss.
Baca juga:
Comments (0)