Swiss hingga Spanyol, Ini Lima Terowongan Kereta Api Terpanjang Dunia

Kemajuan transportasi kereta api tidak hanya bertumpu pada kecepatan lokomotif atau kenyamanan gerbong, tetapi juga pada keberanian insinyur menembus rinta

Jul 14, 2026 - 20:58
0 0
Swiss hingga Spanyol, Ini Lima Terowongan Kereta Api Terpanjang Dunia

Kemajuan transportasi kereta api tidak hanya bertumpu pada kecepatan lokomotif atau kenyamanan gerbong, tetapi juga pada keberanian insinyur menembus rintangan alam paling ekstrem. Dari jantung Pegunungan Alpen di Swiss hingga perut lautan yang membelah Inggris dan Prancis, terowongan-terowongan raksasa telah menjadi tulang punggung konektivitas global. Artikel ini mengupas lima terowongan kereta api terpanjang di dunia, dua di antaranya menjadi ikon teknik sipil yang menjadikan Swiss dan Spanyol sebagai pusat revolusi infrastruktur bawah tanah.

Gotthard Base Tunnel: Mahakarya di Bawah Alpen

Dengan panjang mencapai 57,1 kilometer, Gotthard Base Tunnel (GBT) di Swiss resmi menjadi terowongan kereta api terpanjang di dunia sejak dibuka pada 2016. Pembangunannya memakan waktu 17 tahun dan menelan biaya lebih dari 12 miliar franc Swiss. Terowongan ini membentang di bawah Massif Gotthard, menghubungkan Erstfeld di utara dengan Bodio di selatan, memangkas waktu tempuh antara Zurich dan Milan secara signifikan. “Proyek ini bukan sekadar lubang di gunung, melainkan simbol keberhasilan manusia menaklukkan gravitasi dan geologi ekstrem,” ujar seorang insinyur senior proyek.

Seikan Tunnel: Menyelami Dasar Laut Jepang

Sebelum era GBT, Seikan Tunnel di Jepang memegang rekor dunia dengan panjang 53,85 kilometer, termasuk 23,3 kilometer di bawah dasar laut. Terowongan ini menghubungkan pulau Honshu dan Hokkaido, dibangun sebagai respons atas tragedi tenggelamnya kapal feri pada 1954 yang menewaskan lebih dari 1.100 orang. Meski kini sering dilampaui oleh jalur udara, Seikan tetap menjadi arteri vital bagi kargo dan kereta cepat Shinkansen yang akan menggunakannya mulai 2030.

Channel Tunnel: Jembatan Baja di Bawah Selat

Terowongan Channel, atau “Chunnel”, menghubungkan Inggris dan Prancis sepanjang 50,45 kilometer pada kedalaman rata-rata 45 meter di bawah Selat Dover. Selesai pada 1994, proyek ini adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern versi American Society of Civil Engineers. Chunnel memiliki tiga tabung—dua untuk kereta dan satu layanan—dengan sistem ventilasi yang mampu mengatasi tekanan udara dan kebakaran. Hingga kini, lebih dari 400 juta penumpang telah melintasi lorong ini.

Lötschberg Base Tunnel: Adik Kandung GBT yang Tak Kalah Canggih

Kembali ke Swiss, Lötschberg Base Tunnel sepanjang 34,57 kilometer merupakan bagian penting dari koridor AlpTransit. Meski baru beroperasi separuh dari rencana awal (bagian kedua masih tahap studi), terowongan ini mampu mengangkut kereta penumpang dengan kecepatan 200 km/jam dan kereta barang berat. Desain trek ganda di bagian tertentu dan teknologi pemeliharaan cerdas menjadikannya tolok ukur terowongan generasi baru. “Lötschberg adalah bukti bahwa infrastruktur modern tidak boleh berhenti pada rekor panjang, melainkan pada efisiensi dan keamanan,” tegas pakar transportasi dari ETH Zurich.

Guadarrama Tunnel: Kebanggaan Spanyol di Jalur Cepat

Spanyol menempatkan wakilnya di posisi kelima dengan Guadarrama Tunnel, membentang 28.418 meter di bawah Sierra de Guadarrama, utara Madrid. Diresmikan pada 2007, terowongan ini menjadi tulang punggung jalur kereta kecepatan tinggi Madrid–Valladolid. Pengeboran melalui batuan granit keras membutuhkan mesin bor raksasa (TBM) khusus, menjadikannya laboratorium hidup bagi teknik terowongan di medan geologis sulit. Kehadiran terowongan ini memperkuat posisi Spanyol sebagai pemilik jaringan AVE terluas kedua di dunia.

Perbandingan Dimensi dan Teknologi

Nama TerowonganNegaraPanjang (km)Selesai
Gotthard BaseSwiss57,12016
SeikanJepang53,851988
ChannelInggris–Prancis50,451994
Lötschberg BaseSwiss34,572007
GuadarramaSpanyol28,422007

Masa Depan Terowongan: Dari Bawah Laut hingga Hyperloop

Dominasi Swiss dan Spanyol dalam daftar ini mencerminkan investasi besar Eropa pada konektivitas rel berkelanjutan. Proyek-proyek ambisius seperti Terowongan Dasar Brenner (Austria–Italia, 64 km) dan usulan terowongan bawah laut antara Finlandia dan Estonia menjanjikan rekor baru. Sementara itu, konsep Hyperloop memimpikan perjalanan vakum dengan kecepatan di atas 1.000 km/jam, mengubah definisi terowongan untuk selamanya. Namun, tantangan geologis, pendanaan, dan lingkungan tetap menjadi tembok nyata yang harus dirobohkan generasi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User