Tangerang, Warkini.com — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang

Hari ini, Senin (6/7/2026), Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa rencana awal penambahan dua unit helikopter water bombing

Jul 08, 2026 - 04:48
0 1
Tangerang, Warkini.com  — Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang

Hari ini, Senin (6/7/2026), Kepala Pusat Data, Informasi, Komunikasi, dan Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa rencana awal penambahan dua unit helikopter water bombing terus dimatangkan.

"Rencananya memang akan dikerahkan, tambahan 2 heli water bombing lagi selain dari yang sudah beroperasi," kata Muhari saat dihubungi Warkini.com, Senin (6/7/2026).

Mengapa OMC Belum Bisa Digelar?

Menurut Muhari, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada ketersediaan awan konvektif yang memadai. Sayangnya, hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi atmosfer di sekitar Tangerang belum mendukung terbentuknya awan hujan tebal yang dibutuhkan untuk penyemaian. Kelembapan udara rendah dan potensi pertumbuhan awan minim menjadi penyebab utama tertundanya operasi tersebut.

"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau peluang munculnya awan potensial. Begitu ada jendela cuaca yang memungkinkan, OMC akan segera digelar," ujarnya.

Sementara itu, tim di lapangan tak tinggal diam. Selain helikopter yang melakukan water bombing, petugas pemadam dan relawan bekerja keras membatasi sebaran api dengan sekat bakar serta penyemprotan dari unit darat. Kebakaran TPA Jatiwaringin yang telah berlangsung beberapa hari ini mengeluarkan asap tebal yang mengganggu aktivitas warga di sepanjang jalur Tangerang—Serang.

Penambahan dua helikopter diyakini mampu meningkatkan volume air yang dijatuhkan ke titik api. Karakter kebakaran TPA yang melibatkan tumpukan sampah dengan gas metana membuat api sulit dijangkau hanya dari permukaan. Air yang dijatuhkan dari udara sering kali tidak mampu menembus lapisan sampah yang terbakar di bagian dalam. Oleh karenanya, hujan deras yang dihasilkan OMC menjadi harapan besar.

Kesiapan Anggaran dan Antisipasi Dampak

Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan anggaran khusus untuk OMC dan terus berkoordinasi dengan BNPB serta BMKG. Namun, Muhari menegaskan bahwa OMC tidak bisa dipaksakan jika kondisi awan tidak tersedia.

"Kami paham masyarakat sudah sangat terganggu oleh asap kebakaran TPA ini. Tapi kami harus realistis, OMC tidak bisa dipaksakan jika awannya tidak ada. Kalau dipaksakan justru akan menghamburkan anggaran tanpa hasil," tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan setempat telah membagikan masker gratis dan membuka posko kesehatan darurat untuk mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap. Warga yang tinggal di radius terdekat diimbau untuk mengurangi aktivitas luar ruangan.

Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi perhatian serius mengingat frekuensi kejadian yang terus berulang setiap musim kemarau. Pemerintah daerah kini juga mempertimbangkan solusi jangka panjang berupa pengelolaan gas metana menjadi energi alternatif serta perbaikan sistem penimbunan sampah.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya memadamkan api dan menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan pelaksanaan OMC. Publik berharap agar hujan buatan segera terealisasi sehingga kualitas udara kembali normal dan aktivitas warga tidak terusik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User