Teheran, Warkini.com – Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, secara resmi digelar di ibu

Lautan Pelayat dan Gaung Slogan Perlawanan Suasana di lokasi pemakaman berubah menjadi ajang unjuk kekuatan ideologis. Massa tidak hanya hadir untuk berkabung, tetapi juga menegaskan kembali permu

Jul 08, 2026 - 04:54
0 1
Teheran, Warkini.com – Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, secara resmi digelar di ibu

Lautan Pelayat dan Gaung Slogan Perlawanan

Suasana di lokasi pemakaman berubah menjadi ajang unjuk kekuatan ideologis. Massa tidak hanya hadir untuk berkabung, tetapi juga menegaskan kembali permusuhan lama Republik Islam terhadap Barat, terutama Amerika Serikat. Teriakan lantang menggema di seluruh area, menciptakan atmosfer yang tegang sekaligus penuh semangat revolusioner.

"Matilah Amerika!" dan "Balas dendam, balas dendam!" adalah dua slogan yang paling dominan terdengar dari kerumunan, menurut laporan yang dihimpun oleh media kami di lapangan.

Para pelayat terlihat membawa spanduk merah yang dalam tradisi Syiah merupakan simbol pertumpahan darah dan seruan untuk pembalasan. Warna ini identik dengan memori pertempuran Karbala dan sering dikibarkan dalam momen-momen duka nasional untuk menunjukkan kesiapan membalas kematian seorang tokoh yang dianggap syahid. Kehadiran spanduk merah dalam jumlah besar memberikan pesan tegas bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap tekanan dari musuh-musuhnya.

Upacara ini dirancang bukan sekadar seremoni pelepasan jenazah, melainkan juga demonstrasi solidaritas nasional. Pemerintah Iran memanfaatkan momen ini untuk memproyeksikan citra persatuan di tengah tekanan sanksi dan isolasi internasional yang terus membayangi negara itu. Dengan berkumpulnya ribuan orang secara tertib dan penuh semangat, Teheran ingin menunjukkan bahwa poros perlawanan yang dibangun oleh Khamenei semasa hidupnya tetap kokoh berdiri meskipun sang pemimpin telah tiada.

Rute prosesi dan keamanan di sekitar Grand Mosalla diperketat oleh Pasukan Garda Revolusi. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa berbagai delegasi dari negara-negara sekutu dan kelompok poros perlawanan regional juga dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan. Upacara pemakaman ini menjadi panggung politik sekaligus spiritual yang mengukuhkan posisi Iran di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang masih bergejolak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User