Teheran - Iran secara resmi memulai prosesi pemakaman kenegaraan untuk mendiang Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamen
Berdasarkan laporan media kami di lapangan, ribuan pelayat telah memadati halaman Grand Mosalla di pusat ibu kota Teheran sejak dini hari. Mereka berkumpul menunggu kedatangan peti mati Khamenei yang
Berdasarkan laporan media kami di lapangan, ribuan pelayat telah memadati halaman Grand Mosalla di pusat ibu kota Teheran sejak dini hari. Mereka berkumpul menunggu kedatangan peti mati Khamenei yang akan membuka rangkaian prosesi akbar tersebut. Suasana di lokasi dipenuhi dengan gelombang massa yang membawa spanduk-spanduk merah, sebuah simbol kuat yang dalam tradisi Syiah erat kaitannya dengan seruan untuk menuntut balas atas darah yang tertumpah.
Seruan Anti-Amerika Menggema
Pantauan langsung dari lokasi prosesi menggambarkan atmosfer yang dipenuhi kemarahan sekaligus duka mendalam. Para pelayat secara serempak meneriakkan yel-yel anti-Barat, dengan pekikan "matilah Amerika" yang membahana di antara kerumunan. Tak hanya itu, teriakan "balas dendam, balas dendam" juga terdengar berulang kali sebagai ekspresi amarah atas kepergian pemimpin tertinggi mereka. Spanduk-spanduk merah yang dikibarkan di tengah lautan manusia kian mempertegas nuansa panggilan untuk membalas kematian Khamenei.
Pemerintah Iran melalui televisi pemerintah mengonfirmasi bahwa rangkaian prosesi ini didesain sebagai penghormatan besar-besaran selama hampir sepekan. Setelah tahapan di Teheran, iring-iringan pemakaman direncanakan akan bergerak menuju kota-kota suci di Irak, melibatkan para pejabat dan masyarakat di sana sebelum kembali ke Iran untuk prosesi pemakaman final. Detail lokasi pemakaman terakhir belum diungkapkan secara resmi, namun spekulasi menyebutkan tempat peristirahatan di kompleks makam keluarga atau situs suci terkemuka.
"Matilah Amerika... balas dendam, balas dendam," demikian pekikan massa yang menggema di Grand Mosalla, seperti terekam dalam laporan langsung tim media kami di Teheran.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dari berbagai negara juga menjadi sorotan dalam prosesi ini. Sebelumnya, seorang petinggi Rusia yang hadir dalam upacara tersebut menyatakan keyakinannya bahwa Iran pada akhirnya akan meraih kemenangan atas Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang sejalan dengan narasi yang disuarakan oleh para pelayat di lapangan.
Prosesi enam hari ini menjadi momen krusial bagi Republik Islam Iran dalam menunjukkan soliditas politik dan spiritual pasca kepergian salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah modern negara itu. Seluruh rangkaian upacara disiarkan secara langsung oleh televisi pemerintah, memastikan publik di seluruh penjuru negeri dapat menyaksikan momen perpisahan bersejarah ini.
Comments (0)