Tes DNA Ungkap Bayi Santriwati Korban Pemerkosaan di Pekalongan Bukan Anak Tersangka
PEKALONGAN, Warkini.com — Kepolisian akhirnya mengumumkan hasil tes DNA terkait kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di salah satu padepokan di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Kasus yang sempat m
PEKALONGAN, Warkini.com — Kepolisian akhirnya mengumumkan hasil tes DNA terkait kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di salah satu padepokan di Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Kasus yang sempat menghebohkan warga dan viral di media sosial ini kini memasuki babak baru setelah pemeriksaan laboratorium forensik. Hasil tes DNA secara tegas membuktikan bahwa bayi yang dilahirkan oleh korban, seorang santriwati, bukanlah anak biologis dari tersangka yang sebelumnya diamankan oleh aparat penegak hukum.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Setyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah profesional dengan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap korban. Santriwati tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik dan warganet setelah mengaku hamil akibat mimpi berhubungan intim. Pengakuan yang dinilai janggal itu sempat memicu perdebatan luas di berbagai platform digital serta menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan kalangan pesantren.
"Kami telah meminta keterangan lengkap dari korban dan melakukan tes DNA terhadap sampel dari tersangka AH, korban, serta bayi yang dilahirkannya. Hasil pemeriksaan di Puslabfor Polri secara ilmiah menunjukkan bahwa tersangka bukan ayah biologis dari bayi tersebut," ujar AKP Setyanto dalam keterangan resmi yang diterima Warkini.com, Senin (6/7/2026).
Perlu dicatat, identitas tersangka yang sebelumnya tercatat sebagai AKF kini dikoreksi menjadi AH. Sampel DNA dari ketiga pihak tersebut telah diperiksa secara cermat dan menyeluruh di Puslabfor Polri untuk menjamin akurasi dan keabsahan hasilnya di depan hukum.
Temuan forensik ini tentu mengubah arah penyidikan kasus yang berawal dari laporan dugaan pemerkosaan di lingkungan padepokan tersebut. Meskipun hasil tes DNA menunjukkan bahwa tersangka tidak memiliki hubungan darah dengan bayi korban, penyidik tetap berkomitmen untuk mengusut tuntas seluruh aspek hukum yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Buaran, Kota Pekalongan, agar keadilan dapat ditegakkan secara obyektif.
Warkini.com akan terus memantau perkembangan terbaru dari kasus hukum di Pekalongan ini dan memberikan informasi valid serta terpercaya bagi pembaca.
Comments (0)