Travel Ngaku Lalai Bikin Kontingen Paduan Suara Gereja Kepri Gagal Berangkat

Warkini.com, Tanjungpinang – Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, secara terbuka mengakui kelalaian pihaknya yang menyebabkan sebagian anggota kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pespa

Jul 07, 2026 - 23:28
0 0
Travel Ngaku Lalai Bikin Kontingen Paduan Suara Gereja Kepri Gagal Berangkat

Warkini.com, Tanjungpinang – Direktur PT Riski Efanti Bersaja, Vivi Efanti, secara terbuka mengakui kelalaian pihaknya yang menyebabkan sebagian anggota kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kepulauan Riau (Kepri) gagal berangkat ke Manokwari, Papua Barat. Dalam penjelasannya, Vivi menegaskan bahwa Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri tidak pernah mengetahui adanya kerja sama tidak resmi yang dijalinnya dengan pihak ketiga dalam pengadaan tiket pesawat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, persoalan ini bermula ketika Vivi mendapatkan informasi mengenai rencana keberangkatan kontingen Pesparawi Kepri dari seorang pegawai di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan DPRD) Kepri. Pegawai itu kemudian mempertemukannya dengan panitia kegiatan sehingga kerja sama pengadaan tiket pun dimulai. Setelah disepakati, LPPD Kepri mentransfer dana sekitar Rp1,016 miliar kepada PT Riski Efanti Bersaja pada 7 Mei 2026, sesuai nilai invoice yang diajukan. Dana itu dialokasikan untuk tiket pulang-pergi bagi 68 peserta kontingen.

“Uang dari LPPD sudah ditransfer penuh kepada saya sesuai nilai invoice. Setelah itu saya membuat kerja sama dengan seorang oknum tanpa sepengetahuan LPPD maupun panitia,” ujar Vivi saat dimintai keterangan, sebagaimana dilaporkan Warkini.com.

Kronologi dan Dampak Kegagalan Keberangkatan

Setelah menerima pembayaran, Vivi mengaku bahwa dirinya justru mengalihkan pengurusan tiket kepada seseorang yang tidak memiliki ikatan resmi dengan LPPD maupun panitia Pesparawi. Oknum tersebut dijanjikan akan menyediakan tiket perjalanan, namun faktanya hingga batas waktu yang ditentukan, puluhan tiket tidak kunjung terbit. Akibatnya, sebagian anggota kontingen tidak bisa terbang ke Manokwari dan terpaksa tertinggal. Jumlah pasti peserta yang gagal berangkat masih dalam pendataan, namun insiden ini jelas mengguncang persiapan tim paduan suara dari 34 gereja di Kepri yang seharusnya tampil di ajang nasional tersebut.

Sejumlah peserta yang gagal terbang mengaku kecewa dan mempertanyakan transparansi panitia. Mereka telah menjalani latihan selama berbulan-bulan dengan biaya sendiri. “Kami merasa dikhianati. Persiapan sudah maksimal, tapi tiket yang diurus malah bermasalah,” ujar salah seorang anggota kontingen yang enggan disebutkan namanya.

LPPD Kepri, melalui juru bicaranya, menyatakan akan mengusut tuntas kasus ini dan membuka kemungkinan menempuh langkah hukum terhadap PT Riski Efanti Bersaja. Pihaknya menegaskan bahwa seluruh dana telah disalurkan dengan benar dan tidak ada toleransi terhadap kelalaian yang merugikan peserta. Sementara itu, Vivi Efanti berjanji akan mengembalikan dana untuk tiket yang tidak terealisasi, namun belum ada kejelasan bentuk pertanggungjawaban penuh.

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan dalam pengadaan tiket perjalanan dinas maupun kegiatan keagamaan di daerah. Ke depannya, LPPD berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme kerja sama dengan pihak ketiga agar kejadian serupa tidak terulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User