Tren Mobil Listrik Global Meledak, Kok Bisa?

Jakarta - Transformasi industri otomotif global berlangsung jauh lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak. Laporan yang dihimpun media kami menunjukkan bahwa dalam kurun waktu enam tahun, penju

Jul 08, 2026 - 05:49
0 1
Tren Mobil Listrik Global Meledak, Kok Bisa?

Jakarta - Transformasi industri otomotif global berlangsung jauh lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak. Laporan yang dihimpun media kami menunjukkan bahwa dalam kurun waktu enam tahun, penjualan mobil listrik telah melonjak hingga sepuluh kali lipat. Pada tahun 2025, tercatat sekitar 21 juta unit mobil listrik berhasil terjual di seluruh dunia, menandai pergeseran besar dalam preferensi konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Perbandingan angkanya sungguh mencengangkan. Pada tahun 2019, hanya 1 persen dari total mobil baru yang terjual secara global merupakan kendaraan listrik. Namun, pada 2025, angka tersebut melejit hingga menyentuh 25 persen. Puncaknya, data per Mei 2026 menunjukkan bahwa 63 persen mobil baru yang terjual di Cina adalah mobil listrik. Ini menjadikan Cina sebagai episentrum revolusi mobilitas berkelanjutan. Dari total populasi 1,4 miliar mobil di seluruh dunia saat ini, sekitar 85 juta unit di antaranya sudah bertenaga listrik.

Dalam enam tahun, penjualan mobil listrik telah meningkat sepuluh kali lipat. Dari hanya 1 persen pada 2019 menjadi 25 persen pada 2025.

Cina Memimpin Mobilitas Listrik Global

Dominasi Cina dalam lanskap mobil listrik bukanlah kebetulan. Negara tersebut telah melakukan investasi besar-besaran selama bertahun-tahun dalam pengembangan teknologi masa depan, termasuk energi surya, tenaga angin, dan yang paling krusial adalah teknologi baterai. Komponen ini merupakan jantung dari mobilitas listrik, dan Cina telah berada di garis depan dalam riset serta produksi massalnya.

Hasil dari investasi jangka panjang tersebut kini mulai terlihat nyata. Berkat riset terdepan yang dikombinasikan dengan kapasitas produksi massal, harga baterai untuk mobil listrik terus merosot tajam. Saat ini, biaya baterai hanya seperempat dari harga satu dekade lalu. Penurunan drastis inilah yang menjadi katalis utama meledaknya adopsi mobil listrik, tidak hanya di Cina tetapi juga di berbagai belahan dunia lain.

Para analis yang diwawancarai media kami memperkirakan tren ini akan terus berlanjut seiring dengan semakin matangnya teknologi dan meluasnya infrastruktur pengisian daya. Komitmen berbagai negara untuk mengurangi emisi karbon juga turut mempercepat transisi dari mesin pembakaran internal ke kendaraan listrik, menjadikan era baru otomotif ini sebagai keniscayaan yang tak terelakkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User