Tri Tito Karnavian Hadiri Workshop Kriya di Makassar, Ada yang Beda!

Oke, Genk! Coba bayangin: di tengah gempuran konten 15 detik yang bikin doomscrolling gak ada habisnya, masih ada yang peduli sama hangatnya sebuah rajutan

Jul 10, 2026 - 21:27
0 1
Tri Tito Karnavian Hadiri Workshop Kriya di Makassar, Ada yang Beda!

Oke, Genk! Coba bayangin: di tengah gempuran konten 15 detik yang bikin doomscrolling gak ada habisnya, masih ada yang peduli sama hangatnya sebuah rajutan tangan. Nah, vibes positif ini lagi real banget kejadian di Atrium Trans Studio Makassar. Di sana, Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, gak cuma datang, tapi juga ikut ngerasain langsung serunya Workshop Kreasi Kriya Keluarga Tunas yang ngusung tema jawara: "Merajut Kehangatan di Era Digital."

Acara yang jadi kick-off perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ini sukses jadi oase di padang pasir digital. Gimana enggak? Saat kita semua lagi berlomba-lomba jadi AI prompt engineer dadakan, workshop ini malah ngajak peserta buat balik ke akar: menyentuh benang, menautkan simpul, dan menciptakan karya pakai tangan sendiri. Real connection over Wi-Fi connection, guys!

Bukan Sekadar Nostalgia, Tapi Sebuah Pernyataan Sikap

Kadang kita mikir, belajar kriya itu cuma buat ibu-ibu PKK atau acara nostalgia mbah-mbah zaman old. Big mistake! Kalau lo ikutin perkembangan di TikTok atau Pinterest, konten DIY (Do It Yourself) dan slow living justru lagi naik daun di kalangan Gen Z dan Milenial. Acara ini secara cerdas nangkap momentum itu dengan membungkus kriya sebagai aktivitas yang mindful dan aesthetic.

Kehadiran Tri Tito Karnavian di tengah-tengah peserta jelas bukan cuma seremonial doang. Dengan balutan outfit stylish tapi tetap down-to-earth, beliau ikutan nimbrung, ngobrol, dan menunjukkan kalau pemimpin itu harus hadir secara fisik dan emosional. Ini adalah major shoutout buat industri kreatif Tanah Air bahwa kriya lokal itu keren dan punya nilai jual tinggi, bukan sekadar "kerajinan tangan" receh.

Rasanya seperti kembali ke masa kecil, tapi dibalut dengan kesadaran penuh. Di era digital yang serba cepat dan kadang dingin ini, merajut dan berkriya mengajarkan kita tentang kesabaran dan cinta. Setiap simpul adalah afirmasi bahwa kita masih manusia, bukan robot,

β€” Cuplikan wawancara Tri Tito Karnavian yang menggugah rasa kemanusiaan kita di tengah riuhnya notifikasi.

Vibes Workshop yang Bikin FYP Sendiri di Dunia Nyata

Bayangin deh, di sebuah atrium mall hits seperti Trans Studio Makassar, tiba-tiba ada lautan benang warna-warni dan alat tenun yang Instagramable banget. Pesertanya pun beragam: ada keluarga muda yang lagi cari aktivitas bonding tanpa gadget, ada content creator yang nyari konten estetik, sampai para senior yang udah jago tapi masih semangat belajar teknik baru. Semua larut dalam satu visi yang sama: merajut kehangatan.

Di sinilah letak glow up dari Dekranas. Usianya yang ke-46 bukan soal jadi organisasi jadul. Sebaliknya, Dekranas membuktikan diri sebagai entitas yang gesit beradaptasi. Mereka tahu bahwa "connect" yang sesungguhnya di era sekarang adalah gimana caranya bikin interaksi analog jadi terasa premium. Mereka nge-blend teknik tradisional dengan packaging modern. Hasilnya? Setiap rajutan yang tercipta di sana gak cuma jadi syal atau taplak meja, tapi juga bisa jadi statement piece yang siap nongol di OOTD feed Instagram lo.

Workshop "Merajut Kehangatan di Era Digital" ini secara gamblang ngasih tahu kita satu hal: era digital bukan musuh budaya tradisional. Justru, di era di mana semua orang bisa viral dalam semalam, kriya punya kekuatan unik. Ia menawarkan realness yang gak bisa ditiru oleh filter AR tercanggih sekalipun. Saat tangan lo bergerak menciptakan sesuatu, di situ ada ruh yang tercipta.

Kenapa Lo Harus Pede Sama Produk Kriya Lokal?

Jujur deh, ngomongin kriya sekarang udah bukan kayak ngomongin suvenir di tempat wisata yang modelnya gitu-gitu aja. Industri kriya kita udah naik level! Banyak desainer muda yang mengawinkan teknik tenun atau rajut dengan cutting modern sehingga lahir karya yang siap bersaing di kancah street wear internasional. Dan ini sejalan banget sama misi Dekranas yang pengen terus mendorong UMKM kriya naik kelas.

Kehadiran figur publik seperti Tri Tito Karnavian dalam acara semacam ini ibarat chef's kiss buat para pengrajin. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah (dalam hal ini lewat Dekranas) siap jadi backing vocal yang solid buat para artisan. Bimbingan teknis, akses pasar, sampai strategi branding digital adalah "benang" tak kasat mata yang terus ditenun untuk memperkuat ekosistem kriya nasional.

Jadi, buat lo yang mungkin lagi nyari hobi baru yang anti-stres, mengurangi screen time, atau pengen upgrade skill biar bisa cuan, acara seperti ini adalah green flag banget. Karena kriya bukan lagi sekadar hobi warisan nenek, tapi bagian dari gaya hidup berkelanjutan yang penuh kesadaran. Dan yang jelas, di balik setiap karya yang lo buat sendiri, ada cerita yang nilainya jauh di atas branded goods manapun.

Saatnya Upgrade Hobi Lo!

So, Genk, gimana? Masih mikir kegiatan merajut itu ngebosenin? Udah saatnya kita patahin stigma itu. Yuk, mulai lihat lagi potensi jari-jari kita menciptakan karya yang gak cuma hangat dipakai, tapi juga hangat di hati. Dan jangan lupa, dukung terus industri kerajinan Indonesia karena mereka adalah local heroes yang menjaga identitas bangsa di tengah gempuran budaya global.

Gimana sih caranya biar makin dekat dengan kriya tapi tetap relate sama kehidupan lo yang serba sat-set? Atau lo punya pengalaman unik waktu bikin DIY project yang gagal total sampai bikin ngakak? Drop di kolom komentar, ya! Baca juga: Benarkah merajut bisa jadi healing murah meriah untuk anak muda? Let's discuss!

[TAGS]: Tri Tito Karnavian, Dekranas, Makassar, Workshop Kriya, Era Digital [SOCIAL_TWEET]: Ketika era digital bikin hati sering 404 not found, Merajut Kehangatan hadir di Makassar! Tri Tito Karnavian ikut workshop kriya bareng keluarga tunas. Ternyata, rajutan tangan jauh lebih healing daripada doomscrolling, setuju gak? πŸ’« #Dekranas46 #KriyaNaikKelas #MerajutKehangatan [SOCIAL_FB]: Siapa bilang merajut itu cuma buat nenek-nenek? Di era yang serba digital dan instan ini, Dekranas justru membawa rajutan ke level yang lebih keren dan mindful. Tri Tito Karnavian langsung turun tangan di Makassar merajut kehangatan. Intip keseruannya di sini, dijamin bikin pengen ikutan workshop! [SOCIAL_TG]: 🧢 Merajut di Era Digital? Why not! Tri Tito Karnavian hadir di Workshop Kreasi Kriya di Atrium Trans Studio Makassar. Waktunya kita lebih banyak "connect" dengan hati lewat kriya, bukan cuma lewat sinyal. πŸ’– [SOCIAL_THREADS]: vibes slow living di tengah riuhnya timeline emang top tier, sih. tadi liat langsung serunya workshop merajut bareng bu Tri Tito Karnavian di Makassar. ternyata bikin kriya itu satisfying banget dan gak kalah keren dari ngonten! 🧡✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User