TVS Sentil Brand Motor Listrik Gaib di RI: Hari Ini Ada, Bulan Depan Hilang

Fenomena pabrikan motor listrik yang muncul dan lenyap secara tiba-tiba di pasar Indonesia mendapat sorotan tajam dari TVS Motor Company. Produsen roda dua asal India ini menilai maraknya merek-merek

Jul 08, 2026 - 08:17
0 1
TVS Sentil Brand Motor Listrik Gaib di RI: Hari Ini Ada, Bulan Depan Hilang

Fenomena pabrikan motor listrik yang muncul dan lenyap secara tiba-tiba di pasar Indonesia mendapat sorotan tajam dari TVS Motor Company. Produsen roda dua asal India ini menilai maraknya merek-merek yang tidak konsisten hadir di tengah konsumen dapat mencoreng kepercayaan publik terhadap ekosistem kendaraan listrik yang sesungguhnya memiliki potensi besar.

Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, Ryan Rahadian, menyampaikan keprihatinannya secara langsung. Ia tidak sungkan menyebut sejumlah merek sebagai pemain “gaib” karena ketidakjelasan eksistensi dan komitmen mereka dalam menggarap pasar. Menurut Ryan, kondisi ini sangat kontras dengan semangat membangun industri kendaraan nonemisi yang membutuhkan perencanaan matang dan investasi jangka panjang.

“Sekarang banyak pabrikan motor listrik di Indonesia yang gaib dan terkesan main-main. Maksudnya, hari ini ada, tapi bulan depan tiba-tiba menghilang,” ujar Ryan, seperti dilansir media kami.

Pernyataan tersebut mencuat di tengah semakin ramainya kompetitor lokal dan asing yang berebut pangsa pasar motor listrik di Tanah Air. Meski begitu, tidak semua pemain hadir dengan strategi yang solid. Sebagian hanya mengandalkan momentum tren tanpa dukungan jaringan purnajual, ketersediaan suku cadang, dan keberlanjutan produksi yang jelas. Akibatnya, konsumen kerap menghadapi kesulitan ketika unit mereka membutuhkan perbaikan atau komponen pengganti, sementara merek yang menjual sudah tidak lagi aktif beroperasi.

Bagi TVS, situasi semacam ini perlu segera direspons oleh regulator dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran merek yang tidak bertanggung jawab dinilai merugikan industri secara keseluruhan, karena membentuk persepsi negatif bahwa kendaraan listrik belum siap menjadi solusi mobilitas harian. Padahal, jika dikerjakan dengan serius, potensi adopsi motor listrik di Indonesia sangatlah besar, didukung oleh populasi muda yang melek teknologi serta kebijakan pemerintah yang kian berpihak pada kendaraan ramah lingkungan.

Komitmen Berbeda TVS di Tengah Ketidakpastian

Di sisi lain, TVS justru menunjukkan pendekatan yang berlawanan. Produsen yang telah lebih dari satu dekade mengukuhkan eksistensi di Indonesia ini terus memperkuat lini produknya, termasuk melalui penyegaran model konvensional dan persiapan peluncuran kendaraan listrik. Ryan menegaskan bahwa TVS memilih untuk tidak terburu-buru. Perusahaan ingin memastikan setiap produk yang dilepas ke pasar telah melewati riset mendalam, sesuai karakter konsumen Indonesia, dan didukung oleh infrastruktur layanan yang memadai.

Strategi kehati-hatian ini terbukti ampuh membuat TVS tetap bertahan di tengah gempuran merek-merek asal Jepang dan China yang mendominasi pasar. Alih-alih mengikuti arus sesaat, TVS lebih memilih membangun fondasi bisnis yang kokoh mulai dari produksi, distribusi, hingga layanan purna jual. Dengan begitu, konsumen tidak perlu khawatir akan berhadapan dengan “merek hantu” yang meninggalkan mereka begitu saja setelah transaksi terjadi.

Fenomena merek gaib ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun industri motor listrik yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan komitmen modal, sumber daya manusia, serta visi jangka panjang yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. Tanpa itu, para pemain hanya akan menjadi bagian dari statistik kegagalan yang justru menghambat percepatan elektrifikasi di Indonesia.

Laporan ini disusun oleh tim redaksi Warkini.com berdasarkan perbincangan langsung dengan pihak TVS Motor Company Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rangga-pradana

Reporter Lifestyle. Reporter kuliner, travel, dan gaya hidup.

Comments (0)

User