warkini.
Viral

TVS Sentil Fenomena Motor Listrik Musiman di Indonesia: Hadir Sebentar Lalu Raib

Jakarta - Industri sepeda motor listrik di Indonesia masih diramaikan oleh dinamika yang tak biasa. Di tengah upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan non-emisi, muncul fenomena "brand gaib" yang d

TVS Sentil Fenomena Motor Listrik Musiman di Indonesia: Hadir Sebentar Lalu Raib
Jakarta - Industri sepeda motor listrik di Indonesia masih diramaikan oleh dinamika yang tak biasa. Di tengah upaya pemerintah mendorong adopsi kendaraan non-emisi, muncul fenomena "brand gaib" yang dianggap hanya main-main dalam menggarap pasar. Hal ini disorot langsung oleh PT TVS Motor Company Indonesia, pabrikan roda dua asal India yang telah cukup lama beroperasi di Tanah Air. Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, Ryan Rahadian, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, pasar yang masih cenderung baru ini tidak bisa digarap secara asal-asalan oleh para pemain, terutama oleh sejumlah merek yang kemunculannya sangat temporal. "Banyak dari mereka yang hari ini ada, bulan depan tiba-tiba menghilang. Ini sangat terkesan main-main. Industri kendaraan listrik ini bukan sekadar tren sesaat, tapi membutuhkan komitmen jangka panjang," ungkap Ryan dalam keterangan yang diterima media kami di Jakarta, Kamis (22/5/2025). Ryan menegaskan bahwa sebuah merek harus mampu memberikan keyakinan kepada konsumen, tidak hanya melalui kualitas dan fitur produk, namun juga melalui keberlanjutan bisnis. Sebab, kehadiran motor listrik tidak hanya menyangkut unit kendaraannya saja, melainkan juga ekosistem pendukung seperti ketersediaan suku cadang, layanan purna jual, serta jaringan servis yang konsisten. Fenomena "brand gaib" ini, menurut pantauan Warkini.com, memang kerap terjadi sepanjang kurun 2023 hingga awal 2026. Banyak motor listrik yang dipasarkan dengan harga miring dan skema promosi menggiurkan, namun tiba-tiba keberadaan merek tersebut lenyap dari peredaran, menyisakan konsumen yang frustrasi saat membutuhkan perbaikan atau klaim garansi. Di sisi lain, strategi TVS Motor untuk tetap bertahan dan tumbuh di tengah gempuran merek Jepang dan China yang mendominasi pasar motor konvensional juga menjadi sorotan. Meski memilih untuk tidak langsung bermain agresif di segmen motor listrik murah, TVS justru memilih pendekatan yang lebih terukur dengan mempelajari karakter konsumen Indonesia secara mendalam. Langkah ini merupakan bagian dari kunci adaptasi TVS yang telah diterapkan sejak lama. Sebagai pabrikan yang mengakar kuat di segmen motor sport dan bebek, TVS tidak terburu-buru membanjiri pasar dengan model yang belum teruji secara matang. Kritik terhadap produsen "karbitan" ini mencuat di saat yang tepat, mengingat persaingan di segmen motor listrik murni di Indonesia kian kompetitif. Konsumen kini semakin cerdas dalam memilih, dan aspek kepercayaan terhadap reputasi serta keberlanjutan merek menjadi faktor krusial dalam keputusan pembelian. TVS menekankan bahwa membangun bisnis kendaraan listrik di Indonesia tidak cukup hanya dengan mengandalkan momentum, tetapi juga investasi pada infrastruktur dan komitmen jangka panjang yang solid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User