Viral Kontingen Paduan Suara Gereja Kepri Nyanyi di Soetta, Ini Penyebabnya
Suasana haru bercampur kekecewaan mendadak viral di jagat maya. Sebuah video yang menampilkan sekelompok perempuan berseragam paduan suara bernyanyi di area komersial Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatt
Suasana haru bercampur kekecewaan mendadak viral di jagat maya. Sebuah video yang menampilkan sekelompok perempuan berseragam paduan suara bernyanyi di area komersial Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menyita perhatian publik. Mereka bukan sekadar bernyanyi untuk mengisi waktu, melainkan tengah meluapkan rasa sesak di dada setelah perjalanan mereka ke Manokwari, Papua Barat, menemui jalan buntu. Berdasarkan penelusuran media kami, kelompok tersebut adalah kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang seharusnya bertolak mengikuti even Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional.
Kronologi Gagal Terbang
Insiden ini bermula dari kegagalan rombongan untuk menaiki pesawat menuju Papua Barat. Mereka telah tiba di bandara dengan semangat tinggi, namun harus menelan pil pahit saat proses check-in. Pemicunya bukanlah keterlambatan atau kendala operasional maskapai, melainkan persoalan teknis pada tiket penerbangan yang dianggap tidak valid oleh sistem. Informasi yang dihimpun Warkini.com dari lingkungan panitia daerah menyebutkan, seluruh anggota kontingen telah menerima tiket secara fisik beberapa waktu sebelumnya. Penyerahan tiket itu dilakukan dalam sebuah seremoni pelepasan dan penampilan uji coba yang digelar di Gedung Aisyah, Tanjungpinang, pada 24 Mei 2026 lalu. Tidak ada yang menyangka bahwa lembar tiket yang telah dipegang tersebut justru menjadi ganjalan utama yang menggugurkan mimpi mereka berlomba di ujung timur Indonesia.
Penjelasan Pimpinan Kontingen
Ketua LPPD Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, buka suara terkait polemik ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan seluruh persiapan secara matang jauh sebelum hari keberangkatan. Mulai dari latihan intensif, penggalangan dana, hingga koordinasi administrasi telah dirampungkan. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Teknologi sistem penerbangan tidak bisa dikompromi hanya dengan menunjukkan bukti cetak fisik, sehingga rombongan terpaksa gigit jari di bandara.
"Seluruh persiapan telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Tim Paduan Suara Wanita (PSW) Kota Tanjungpinang bahkan sudah menjalani penampilan uji coba. Saat itulah kami menerima tiket secara langsung dan menyimpannya dengan baik. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap ada evaluasi agar tidak terulang di masa depan," ujar Ria Ukur Rindu Tondang dalam keterangan yang diterima media kami.
Keputusan untuk menyanyi di bandara pun diambil secara spontan. Alih-alih meratapi nasib atau menyalahkan pihak tertentu, para anggota paduan suara ini memilih untuk menyalurkan emosi melalui harmoni vokal yang selama ini mereka latih. Video yang beredar menunjukkan mereka membawakan lagu dengan penuh penghayatan, menciptakan momen yang menyentuh bagi para penumpang dan pengguna jasa bandara lainnya yang kebetulan melintas. Aksi dadakan ini pun dengan cepat diabadikan oleh ponsel warga sekitar dan menyebar ke berbagai platform media sosial, memancing beragam reaksi dari simpati publik. Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pusat dan daerah masih berupaya mencari solusi terbaik, meskipun sesi lomba yang mereka tuju di Manokwari dilaporkan sudah mulai berlangsung.
Comments (0)