Viral Penari Pakai Rok Mini di Acara Tahun Baru Islam, MTs di Demak Minta Maaf
Warkini.com - Sebuah video pertunjukan drumband dalam acara menyambut Tahun Baru Hijriah di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang penari pe
Warkini.com - Sebuah video pertunjukan drumband dalam acara menyambut Tahun Baru Hijriah di halaman MTs-MA NU Mranggen, Kabupaten Demak, viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang penari perempuan terlihat mengenakan rok mini yang langsung menuai kontroversi dari warganet.
Video yang diunggah ulang oleh sejumlah akun, termasuk @beritasemaranghariini di Instagram, menampilkan penari perempuan berjoget energik dengan kostum baju putih lengan panjang dan rok mini berwarna biru muda. Namun, karena gerakan tarian, rok tersebut sempat tersingkap sehingga pakaian dalam penari terlihat jelas. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (16/6/2026) dan segera menyebar luas, memicu beragam kecaman serta keprihatinan publik.
Pihak Madrasah Minta Maaf
Merespons viralnya video tersebut, MTs NU Mranggen langsung angkat bicara. Kepala MTs NU Mranggen, Muhamad Abdul Kodir, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang dinilai tidak pantas, terlebih karena berlangsung di lingkungan pendidikan Islam.
"Itu acara menyambut tahun baru Hijriah. Nggih. Itu kan itu kalau sesuai di judulnya kan itu acara yang ke-16," ujar Kodir kepada Warkini.com, Selasa (23/6/2026).
Kodir menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan peringatan Tahun Baru Islam ke-16 yang diselenggarakan oleh madrasah. Ia menyesalkan adanya kostum penari yang tidak sesuai dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh. "Kami menyadari ada kekeliruan dalam pengawasan penampilan. Kami mohon maaf kepada masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, Kodir menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pembina drumband dan seluruh panitia agar setiap elemen acara selaras dengan norma serta etika yang berlaku di madrasah. Madrasah juga membuka diri terhadap masukan dan kritik dari berbagai pihak sebagai bahan introspeksi ke depan.
Video tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak di antara mereka yang menilai penampilan semacam itu tidak pantas dipertontonkan di halaman madrasah, apalagi dalam momentum tahun baru Islam yang identik dengan semangat keagamaan. Sejumlah komentar menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak penyelenggara.
Hingga berita ini diturunkan, MTs NU Mranggen terus melakukan pembinaan internal dan berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka berharap masyarakat dapat memaklumi serta tetap memberikan dukungan terhadap proses pendidikan di madrasah tersebut.
Comments (0)