Wamen LH Jengkel, Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Tontonan Warga
Tangerang – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyampaikan rasa jengkelnya terhadap warga yang justru menjadikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) J
Tangerang – Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyampaikan rasa jengkelnya terhadap warga yang justru menjadikan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, sebagai tontonan. Peristiwa yang telah berlangsung selama lima hari ini tidak hanya menyulitkan upaya pemadaman, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat yang sengaja mendekat ke lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan Warkini.com di lapangan, petugas dari berbagai unsur terus berjibaku memadamkan api yang melahap tumpukan sampah di TPA tersebut. Namun, antusiasme warga yang ingin melihat dari dekat justru menciptakan kerumunan yang menghambat pergerakan aparat dan mobil pemadam. Wamen LH menegaskan bahwa kebakaran di TPA bukanlah hiburan, melainkan bencana lingkungan yang menyimpan risiko serius, mulai dari racun dioksin, gas metana eksplosif, hingga infeksi saluran pernapasan akibat asap pekat.
Laporan Kepolisian: Warga Terus Berdatangan
Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada, dalam laporannya kepada Wamen LH di posko tanggap darurat mengungkapkan betapa rumitnya mengelola situasi di sekitar TPA. Ia menyebut, sejak hari pertama kebakaran hingga kelima ini, arus warga yang ingin menyaksikan proses pemadaman tidak pernah surut. Mereka datang menggunakan roda dua maupun berjalan kaki, sebagian bahkan membawa anak-anak.
Menurut Kombes Andi, pihaknya telah menurunkan personel untuk mengamankan garis batas zona berbahaya, namun masih banyak yang nekat menerobos penjagaan.
“Memang semenjak hari pertama kami bertugas di sini sampai hari kelima ini, banyak masyarakat yang ingin melihat ke sini, Pak Wamen,” ujar Kombes Andi Muhammad Indra Waspada, Sabtu (4/7/2026).
Petugas kepolisian bersama satpol PP dan relawan terus mengimbau agar warga tidak mendekat dalam radius kurang dari 500 meter dari pusat api. Namun, upaya edukasi itu sering kali hanya bertahan sementara. Begitu petugas lengah, warga kembali mencari titik pandang yang lebih dekat demi mengabadikan momen lewat gawai mereka.
Bahaya Kesehatan Mengintai
Wamen LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengingatkan bahwa asap dari pembakaran sampah terbuka, terutama di TPA, mengandung senyawa kimia berbahaya seperti furan dan dioksin yang dapat memicu kanker. Selain itu, partikel halus (PM2.5) yang terhirup bisa menyebabkan iritasi paru akut. Ia meminta warga tidak meremehkan ancaman ini.
“Ini bukan tontonan. Asap yang mereka hirup bisa menyebabkan gangguan pernapasan serius dan efek jangka panjang. Jangan sampai karena ingin melihat, malah mengorbankan kesehatan sendiri dan keluarga,” tegasnya melalui rilis yang diterima Warkini.com.
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang juga telah mendirikan posko kecil untuk menangani keluhan warga yang terpapar asap. Hingga hari kelima, tercatat puluhan warga sekitar mengeluhkan batuk, mata perih, dan sesak napas. Ironisnya, beberapa di antaranya adalah mereka yang sebelumnya berada di kerumunan penonton.
Penanganan dan Imbauan Tegas
Saat ini, upaya pemadaman terus ditingkatkan dengan menambah jumlah unit water canon dan menyebar pasukan pemadam ke titik-titik api yang masih tertutup material sampah tebal. Wamen LH berharap masyarakat sekitar bisa bijak dan kooperatif, tidak menambah pekerjaan rumah bagi petugas yang sudah kelelahan.
Pemerintah daerah juga berencana menambah spanduk peringatan dan memperketat akses jalan menuju TPA agar warga tidak lagi menjadikan kebakaran sebagai tontonan. “Kami akan terus mengedukasi, tapi jika perlu, penindakan tegas akan dilakukan demi keselamatan bersama,” pungkas Diaz.
Comments (0)