Wapres Gibran Terima Keluhan Petani Singkong di Lampung Timur

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan secara langsung menerima berbagai keluhan

Jul 16, 2026 - 08:46
0 0
Wapres Gibran Terima Keluhan Petani Singkong di Lampung Timur

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan secara langsung menerima berbagai keluhan dari para petani singkong setempat. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi ratusan petani yang selama ini merasa suara mereka kurang didengar oleh pemerintah pusat terkait persoalan klasik yang terus berulang: harga jual singkong yang anjlok hingga di bawah biaya produksi.

Di tengah terik matahari siang, Wapres Gibran duduk berdialog dengan para petani di lahan singkong seluas puluhan hektare. Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dan topi petani, ia tampak serius mendengarkan setiap curahan hati yang disampaikan. Suasana berlangsung cair namun penuh ketegangan, karena isu yang dibahas menyangkut nafas kehidupan ribuan keluarga petani di wilayah penghasil singkong terbesar di Sumatra tersebut.

Keluhan Utama: Harga Jual Tak Masuk Akal

Para petani menyampaikan bahwa harga singkong di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp500 hingga Rp800 per kilogram, jauh dari harga ideal yang mencapai Rp1.200 hingga Rp1.500 per kilogram. Kondisi ini diperparah oleh melonjaknya harga pupuk, biaya sewa lahan, dan ongkos angkut yang terus meningkat. Salah seorang petani senior, Sumarno (58), menyampaikan dengan nada getir bahwa dirinya terpaksa menunda panen karena hasil penjualan tidak akan menutupi biaya operasional.

"Pak Wapres, kami ini bingung. Menanam rugi, tidak menanam juga rugi. Harga pupuk naik, harga singkong turun. Kalau begini terus, kami mau makan apa?"

Keluhan serupa juga disampaikan oleh puluhan petani lain yang mengaku telah bertahun-tahun bergantung pada komoditas singkong sebagai sumber penghasilan utama. Mereka meminta pemerintah untuk segera turun tangan menstabilkan harga, termasuk membuka akses langsung ke industri pengolahan tanpa melalui tengkulak yang dinilai mempermainkan harga.

Masalah Rantai Pasok dan Peran Tengkulak

Salah satu persoalan krusial yang mengemuka dalam dialog tersebut adalah panjangnya rantai distribusi dari petani ke pabrik pengolahan. Para petani mengaku tidak memiliki akses langsung ke pabrik tepung tapioka maupun industri pakan ternak, sehingga mereka bergantung pada tengkulak dan pengepul yang kerap menentukan harga secara sepihak. Maraknya impor bahan baku serupa juga disebut menjadi faktor yang menekan harga singkong lokal.

Data dari Dinas Pertanian Lampung Timur mencatat bahwa luas tanam singkong di wilayah ini mencapai lebih dari 60 ribu hektare dengan produksi tahunan menyentuh angka 1,8 juta ton. Ironisnya, potensi besar ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan petani yang justru terus terjerat kemiskinan struktural.

Respons dan Janji Wapres Gibran

Merespons berbagai keluhan tersebut, Wapres Gibran menyatakan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke meja rapat kabinet, khususnya kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian, guna merumuskan kebijakan yang berpihak kepada petani kecil.

"Saya dengar semuanya. Ini masalah serius dan harus segera dicarikan solusi. Kami di pemerintah pusat akan perkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri. Petani tidak boleh terus-menerus menjadi korban,"

Gibran juga menyoroti pentingnya hilirisasi produk singkong agar nilai tambahnya dinikmati oleh petani lokal, bukan hanya oleh industri besar. Ia mendorong agar pemerintah daerah segera memetakan potensi pengolahan singkong menjadi produk turunan seperti tepung mocaf, bioetanol, dan pakan ternak yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Harapan Petani Pasca-Kunjungan

Para petani menyambut positif kunjungan dan respons Wapres Gibran, meskipun sebagian masih menyimpan skeptisisme. Mereka berharap janji yang disampaikan tidak berhenti di atas kertas, melainkan segera terealisasi dalam bentuk kebijakan nyata. Ketua Kelompok Tani Sinar Makmur, Hadi Sucipto, mengatakan bahwa kunjungan ini adalah angin segar di tengah keterpurukan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Kunjungan kerja Wapres Gibran ke Lampung Timur ini merupakan bagian dari rangkaian blusukan ke sentra-sentra pertanian strategis di Indonesia. Sebelumnya, ia juga mengunjungi petani jagung di Jawa Tengah dan petani padi di Sulawesi Selatan. Mampukah pemerintah merealisasikan janji-janji perlindungan harga dan hilirisasi ini? Jawabannya akan sangat menentukan masa depan petani singkong Lampung dan jutaan petani Indonesia lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User