Warga Aceh Patungan Rp 1 Miliar Demi Perbaiki Jalan dan Jembatan, Kementerian PU Angkat Bicara

Aksi solidaritas puluhan warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mencuri perhatian nasional. Dengan mengumpulkan dana patungan hingga menyentuh angka Rp 1 miliar, mereka bahu-membahu memperbaiki Jalan

Jul 07, 2026 - 22:44
0 2
Warga Aceh Patungan Rp 1 Miliar Demi Perbaiki Jalan dan Jembatan, Kementerian PU Angkat Bicara

Aksi solidaritas puluhan warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mencuri perhatian nasional. Dengan mengumpulkan dana patungan hingga menyentuh angka Rp 1 miliar, mereka bahu-membahu memperbaiki Jalan dan Jembatan Enang-enang yang dalam kondisi mengenaskan. Jalan rusak parah dan jembatan yang nyaris ambruk itu merupakan urat nadi penghubung sejumlah desa di kecamatan terpencil, sehingga inisiatif warga ini lahir dari keputusasaan menunggu uluran tangan resmi yang tak kunjung datang.

Gotong Royong di Tengah Keterisolasian

Menurut laporan yang dihimpun Warkini.com, jalan dan jembatan Enang-enang telah bertahun-tahun memburuk. Retakan lebar, aspal mengelupas, hingga struktur baja jembatan yang keropos membuat akses logistik dan kesehatan nyaris lumpuh. Warga yang mayoritas petani kopi dan pala kehilangan waktu panen karena hasil bumi sulit diangkut. Situasi inilah yang mendorong mereka menggelar musyawarah darurat dan menggalang sumbangan sukarela. Tidak tanggung-tanggung, dana yang terkumpul dari kocek pribadi mencapai Rp 1 miliar lebih. Angka fantastis untuk ukuran desa, namun nyawa dan ekonomi lebih berharga.

Pantauan media kami di lapangan, perbaikan swadaya itu meliputi pengecoran badan jalan selebar enam kilometer dan pengelasan elemen jembatan. Meski dilakukan seadanya, warga mengaku lega karena jalur vital kembali bisa dilewati kendaraan kecil dan ambulans. “Kami sudah tidak tahan lagi. Setiap musim hujan, jembatan ini benar-benar memutus hubungan antardesa. Kalau ada yang sakit, harus dipikul,” ujar salah seorang tokoh pemuda setempat kepada Warkini.com, Senin (6/7).

Kementerian PU: Permanen dan Prioritaskan Keselamatan

Menanggapi inisiatif heroik itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Sekretaris Jenderal Apri Artoto akhirnya buka suara. Kepada Warkini.com di Jakarta, Selasa (7/7/2026), Apri menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Pihaknya mengapresiasi semangat gotong royong warga, namun menekankan bahwa pembangunan permanen akan segera dilaksanakan sesuai standar keselamatan paling ketat.

"Yang pasti program pembangunannya kalau kita di PU tetap berjalan, karena mengingat kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat. Kalau memang dilaksanakan secara swadaya kita khawatir terhadap keselamatan jembatannya. Jadi tetap kita akan berjalan dengan program kita," ujar Apri di kantor Kementerian PU.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa kementerian tidak ingin semangat warga justru berbuah petaka akibat konstruksi darurat yang tidak melalui pengujian teknis. Apri menambahkan, tim teknis dari Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh sudah diturunkan untuk melakukan asesmen dan pengukuran. Proyek permanen akan dimasukkan dalam percepatan tahun ini, dengan material yang terstandar dan metode konstruksi yang menjamin durabilitas jembatan hingga puluhan tahun ke depan.

Warga pun menyambut lega. Mereka berharap agar komitmen pusat benar-benar terealisasi secepatnya, bukan sekadar janji di atas kertas. Sambil menunggu alat berat dan kontraktor resmi, mereka tetap bergiliran menjaga jembatan yang sudah mereka perbaiki sebisanya. “Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah tanpa takut menyeberang sungai,” ujar seorang ibu yang turut menyumbang tabungannya. Semangat warga Bener Meriah ini menjadi potret nyata bahwa di tengah minimnya akses, solidaritas masih menjadi jembatan paling kokoh—hingga negara hadir menyempurnakan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User