Warga di wilayah pesisir Banten dikejutkan oleh getaran yang cukup terasa pada dini hari tadi. Berdasarkan laporan dari
Pusat gempa terdeteksi berada di koordinat 6.79 Lintang Selatan dan 105.12 Bujur Timur. Ini menempatkan episentrumnya di laut, yaitu sekitar 52 kilometer arah barat daya dari Kecamatan Sumur. Data ya
Pusat gempa terdeteksi berada di koordinat 6.79 Lintang Selatan dan 105.12 Bujur Timur. Ini menempatkan episentrumnya di laut, yaitu sekitar 52 kilometer arah barat daya dari Kecamatan Sumur. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa guncangan ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di selatan Selat Sunda, sebuah zona seismik aktif yang menjadi salah satu pemicu utama gempa di wilayah selatan Pulau Jawa.
Sejumlah warga di wilayah pesisir Anyer hingga Carita mengaku merasakan getaran cukup kuat meskipun hanya berlangsung beberapa detik. Beberapa di antaranya bahkan sempat berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar. "Tadi cukup terasa, lampu gantung di rumah sampai bergoyang. Kami langsung keluar," ujar seorang warga melalui sambungan telepon kepada tim liputan kami.
Meskipun pusat gempa berada di laut, BMKG dengan cepat memberikan jaminan kepada masyarakat yang panik. Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial resminya, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pemodelan menunjukkan bahwa kekuatan dan mekanisme sumber gempa tidak cukup signifikan untuk menghasilkan deformasi vertikal dasar laut yang bisa memicu gelombang besar ke daratan. Pernyataan ini diharapkan mampu meredakan kekhawatiran warga yang memiliki trauma mendalam terhadap bencana tsunami di masa lalu.
Skala Intensitas dan Wilayah Dampak
Parameter guncangan menunjukkan bahwa getaran dirasakan dalam skala III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di beberapa titik. Artinya, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dengan sensasi seakan-akan ada truk besar yang melintas. Hingga berita ini dimuat, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa yang diakibatkan oleh gempa tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten masih melakukan asesmen cepat ke sejumlah kecamatan yang terdekat dengan pusat gempa.
Imbauan dan Mitigasi Rumah Tahan Gempa
Seiring berlanjutnya aktivitas lempeng tektonik, BMKG kembali mengingatkan warga untuk tidak panik dan selalu memperhatikan informasi dari sumber resmi. Masyarakat diimbau untuk memverifikasi setiap pesan berantai yang beredar di aplikasi perpesanan, terutama yang menyebarkan isu tidak berdasar mengenai potensi tsunami atau prediksi gempa susulan yang lebih besar.
Sehubungan dengan hal tersebut, para ahli dari berbagai perguruan tinggi yang dihubungi oleh Warkini.com juga menekankan pentingnya konstruksi bangunan tahan gempa, khususnya di kawasan pesisir selatan Banten yang berada di jalur megathrust. Edukasi mengenai langkah "Drop, Cover, and Hold On" atau berlindung di bawah meja saat gempa terjadi menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko cedera akibat reruntuhan bangunan. Warkini.com akan terus memantau perkembangan situasi terkait gempa Banten ini dan melaporkan setiap pembaruan informasi dari pihak berwenang secara akurat dan cepat.
Comments (0)