Warkini.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) memohon-mohon kepada petugas Dinas
Penertiban di Tengah Order Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/6) dalam operasi gabungan yang digelar oleh Dishub setempat. Berdasarkan rekaman video yang beredar, petugas Dishub terlihat men
Penertiban di Tengah Order
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (17/6) dalam operasi gabungan yang digelar oleh Dishub setempat. Berdasarkan rekaman video yang beredar, petugas Dishub terlihat menderek beberapa kendaraan yang dianggap melanggar, termasuk sepeda motor milik pengemudi ojol tersebut.
Sang pengemudi yang tidak disebutkan namanya itu tampak histeris sambil terus memohon agar motornya tidak diangkut. "Tolong Pak, saya lagi ambil orderan, ini buat cari makan," ujarnya dalam video sambil berusaha menghalangi petugas. Bahkan, ia sempat memanjat mobil truk pengangkut milik Dishub demi mencegah kendaraannya diangkut.
"Motor saya diangkut pas lagi ambil makanan. Saya sudah janji ke pelanggan, ini pesanan harus cepat sampai. Saya nggak tahu ada penertiban," ucap pengemudi tersebut dengan suara bergetar.
Penjelasan Pihak Dishub
Menanggapi viralnya video itu, pihak Dishub Jakarta Timur memberikan penjelasan. Mereka menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari penertiban rutin kendaraan yang parkir sembarangan atau melanggar rambu-rambu lalu lintas. Lokasi pengambilan makanan diduga berada di area yang sering menjadi titik parkir liar sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Kami melakukan penindakan sesuai aturan. Tidak ada tebang pilih, semua kendaraan yang melanggar akan ditindak," kata juru bicara Dishub Jakarta Timur. "Kami memahami kesulitan para pengemudi ojol, namun aturan tetap harus ditegakkan demi ketertiban umum."
Lebih lanjut, pihak Dishub menyebut bahwa pengemudi bisa mengambil kembali kendaraannya setelah menjalani prosedur penilangan dan membayar denda sesuai ketentuan yang berlaku.
Respon Komunitas Ojol
Ketua komunitas ojol di Jakarta Timur, Ahmad, mengungkapkan keprihatinannya saat dihubungi Warkini.com. Menurutnya, banyak pengemudi yang terpaksa parkir sembarangan saat mengambil pesanan karena keterbatasan kantong parkir di sekitar lokasi kuliner padat. "Kami minta ada solusi, misalnya penyediaan zona khusus untuk pengemudi ojol agar tidak terus-menerus kena tilang," ujarnya.
Di sisi lain, warganet ramai memperdebatkan kejadian tersebut. Ada yang bersimpati karena motor adalah alat utama mencari nafkah, namun tak sedikit yang mengkritik bahwa aturan berlaku untuk semua tanpa pengecualian.
Pihak Dishub mengimbau para pengemudi ojol agar tetap mematuhi rambu parkir dan tidak berhenti di sembarang tempat demi keselamatan bersama.
Comments (0)