Warkini.com, Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung akan menggelar uji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan sekaligus memastikan akses keluar-masuk bandara tetap lancar ketika jumlah penerbangan bertambah. Uji coba ini menjadi bagian dari persiapan menyambut lonjakan penerbangan yang berpotensi mencapai 21 penerbangan dari sejumlah maskapai.
Kolaborasi Multipihak dalam Simulasi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan hasil koordinasi inte
Kolaborasi Multipihak dalam Simulasi
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan hasil koordinasi intensif bersama berbagai pihak. Koordinasi melibatkan kepolisian, pengelola Bandara Husein Sastranegara, Lanud Husein Sastranegara, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat. Dengan dukungan lintas instansi, uji coba diharapkan dapat menggambarkan kondisi lalu lintas yang sebenarnya serta menemukan solusi atas potensi hambatan.
Skenario Uji Coba: Jalur Ganda dan Sirkulasi Area Self Drop Off
Salah satu skenario utama yang akan diuji adalah pembukaan dua jalur akses dari pintu utama di Jalan Pajajaran. Sebelumnya, akses dari jalan protokol ini hanya mengandalkan satu jalur. Penambahan jalur kedua diyakini akan mengurai kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk penerbangan. Selain itu, Dishub juga akan menguji pola sirkulasi di area self drop off. Pengaturan titik putar balik (U-turn) menjadi perhatian khusus agar tidak terjadi tumpukan kendaraan yang dapat mengganggu arus penumpang. Evaluasi juga dilakukan terhadap akses keluar melalui Pintu 4 menuju Jalan Abdul Rahman Saleh, yang dinilai strategis untuk mengurangi beban pintu utama.
Rasdian menekankan bahwa simulasi lapangan mutlak diperlukan.
“Kalau di atas kertas memang mudah. Tapi saat diuji di lapangan akan terlihat titik penyempitan, antrean kendaraan, atau bottleneck yang harus dibenahi,”ujarnya, Selasa (7/7/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pengujian langsung, mengingat perencanaan tidak selalu mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Penataan Rambu dan Marka untuk Kenyamanan Pengguna
Tidak hanya rekayasa lalu lintas, Dishub juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu penunjuk arah, rambu lalu lintas, serta marka jalan. Apabila ditemukan kekurangan atau titik yang membingungkan pengendara, pemasangan marka akan langsung dilakukan. Langkah ini bertujuan agar kawasan bandara lebih tertata dan siap menyambut kembali meningkatnya aktivitas penerbangan. Kawasan yang tertata rapi dengan rambu yang jelas akan memperlancar pergerakan kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna bandara.
Pengelolaan Parkir dan Sirkulasi Internal
Untuk area parkir, Dishub tetap memanfaatkan lahan yang saat ini tersedia di bawah pengelolaan Lanud Husein Sastranegara. Namun, percepatan arus masuk dan keluar kendaraan di dalam kawasan parkir akan diintervensi dengan pengaturan sirkulasi yang lebih efisien. Dishub akan membantu merekayasa jalur parkir agar tidak terjadi penumpukan, terutama saat volume penumpang sedang tinggi. Dengan demikian, kendaraan yang mengantar ataupun menjemput penumpang dapat bergerak lebih lancar.
Integrasi Transportasi Umum dan Kewenangan Regulasi
Dari sisi transportasi umum, angkutan kota (angkot) diperkirakan tidak akan masuk hingga ke dalam kawasan bandara. Meski begitu, Pemerintah Kota Bandung mengusulkan agar salah satu trayek angkot tetap melintasi kawasan bandara. Hal ini merupakan bagian dari integrasi layanan transportasi yang lebih luas, terutama dengan rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT). Di sisi lain, pengaturan operasional shuttle, taksi daring, dan ojek online tetap berada dalam kewenangan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Pembagian kewenangan ini penting untuk menjaga ketertiban dan mencegah tumpang tindih aturan di lapangan.
Rasdian menegaskan bahwa seluruh hasil uji coba akan menjadi dasar penyempurnaan rekayasa lalu lintas sebelum operasional penerbangan benar-benar meningkat. Dengan potensi 21 penerbangan dari berbagai maskapai, kesiapan akses jalan dan sistem lalu lintas menjadi kunci utama untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang. Pemerintah Kota Bandung berharap simulasi ini dapat menciptakan pola sirkulasi yang andal, mengurangi titik kemacetan, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna jasa bandara di masa mendatang.
Comments (0)