Wedang Ronde Pak Pur: Hangatnya Jahe dan Kenyalnya Ronde di Solo

Kuliner Solo yang MenggodaBerbicara tentang kuliner Solo, kota ini selalu punya magnet tersendiri bagi para pencinta makanan tradisional. Dari gudeg, timlo, hingga serabi, semuanya menawarkan cita ras

Jul 16, 2026 - 10:49
0 0
Wedang Ronde Pak Pur: Hangatnya Jahe dan Kenyalnya Ronde di Solo

Kuliner Solo yang Menggoda

Berbicara tentang kuliner Solo, kota ini selalu punya magnet tersendiri bagi para pencinta makanan tradisional. Dari gudeg, timlo, hingga serabi, semuanya menawarkan cita rasa khas yang sulit dilupakan. Namun, di antara ragam hidangan itu, ada satu sajian sederhana yang kerap menjadi pelipur lara di malam hari atau kala hujan turun: wedang ronde. Di Solo, wedang ronde bukan sekadar minuman hangat; ia adalah ritual, nostalgia, dan penghangat hati yang menyatukan generasi. Salah satu legenda yang masih bertahan hingga kini adalah Wedang Ronde Pak Pur, yang terletak di Jl. Brigjen Katamso, sebuah kawasan yang ramai dengan aktivitas kuliner malam. Warkini.com berkesempatan untuk menyelami lebih dalam kisah dan kelezatan yang ditawarkan oleh warung legendaris ini, dan kami siap membawa Anda merasakan hangatnya setiap tegukan serta kenyalnya bola-bola ronde isi kacang yang selalu dirindukan.

Profil Wedang Ronde Pak Pur

Wedang Ronde Pak Pur bukanlah pendatang baru di panggung makanan khas Solo. Warung ini telah beroperasi puluhan tahun, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, menjaga resep autentik yang sarat akan rempah Nusantara. Nama "Pak Pur" sendiri melekat begitu erat di benak masyarakat setempat, menjadi jaminan kualitas dan konsistensi rasa. Berlokasi strategis di Jl. Brigjen Katamso, tenda sederhana ini mudah dikenali dari uap panas yang mengepul dari kuali besar berisi kuah jahe, juga kerumunan pelanggan setia yang tak pernah sepi, terutama selepas magrib. Meski kini banyak bermunculan kafe modern dengan minuman kekinian, Wedang Ronde Pak Pur tetap teguh mempertahankan wedang tradisional sebagai identitasnya. Di sinilah nilai sejati dari sebuah kuliner heritage: bukan sekadar rasa, melainkan cerita dan kehangatan yang ia tawarkan tanpa perlu berubah mengikuti tren.

“Ronde kami pakai kacang tanah asli, ditumbuk kasar biar masih terasa kriuknya,” ujar sang penerus usaha yang ramah.

Menu Andalan & Cita Rasa

Begitu duduk di bangku kayu sederhana, kami segera memesan menu andalan: Ronde isi kacang jahe. Dalam satu mangkuk, tersaji sekitar lima hingga tujuh bola ronde dengan warna putih dan merah muda yang menggugah selera. Begitu disendok, tekstur bola ronde begitu kenyal namun tidak alot – sebuah keseimbangan sempurna antara tepung ketan dan air. Isian kacang tanah tumbuknya menjadi kejutan menyenangkan. Berbeda dengan ronde kebanyakan yang menggunakan pasta kacang halus, Pak Pur memilih menumbuk kasar kacang tanah sangrai sehingga menghasilkan sensasi crunchy dan gurih yang kontras dengan kenyalnya kulit ronde. Setiap gigitan memadukan rasa manis alami kacang, sedikit garam, dan gurih yang langsung meleleh di mulut.

Namun, jiwa dari hidangan ini tentu terletak pada kuah jahenya. Kuah wedang di sini bukan sekadar air jahe instan; ia direbus lama dengan gula aren asli dan aneka rempah seperti serai, daun pandan, dan cengkeh. Hasilnya, cairan berwarna kecokelatan yang menawarkan rasa pedas hangat jahe yang tegas namun lembut di tenggorokan, diimbangi manis legit dari gula aren yang tidak berlebihan. Aromanya begitu kuat, langsung menyeruak masuk ke rongga hidung, memberi efek relaksasi instan. Bagi yang ingin sensasi lebih lengkap, tersedia tambahan roti tawar, kolang-kaling, atau pacar cina yang membuat wedang ronde ini semakin kaya tekstur. Untuk kisaran harga Rp 8.000-15.000, Anda sudah bisa menikmati semangkuk lengkap beserta topping pilihan. Sungguh harga yang bersahabat untuk kualitas rasa bintang lima.

Wedang Ronde Pak Pur juga menawarkan wedang jahe polos tanpa ronde bagi yang hanya ingin merasakan kuahnya saja, serta minuman tradisional lain seperti wedang uwuh atau sekoteng pada waktu-waktu tertentu, sehingga pilihan tetap variatif meskipun ronde tetaplah sang primadona.

Suasana, Harga & Pelayanan

Suasana di Wedang Ronde Pak Pur sangat mencerminkan kearifan lokal kuliner Solo. Tenda sederhana dengan penerangan lampu kuning, beberapa meja dan bangku panjang, serta asap mengepul dari panci besar menciptakan atmosfer yang hangat dan bersahaja. Anda bisa melihat langsung proses perebusan ronde di depan mata, mulai dari pencetakan adonan hingga penyajian mangkuk, memberikan kepercayaan penuh akan kebersihan dan kualitas. Bisingnya percakapan pembeli, suara sendok beradu dengan mangkuk, serta canda tawa menjadi latar musik yang menenangkan. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga sekitar pukul 22.00 atau sampai dagangan habis, dan biasanya makin ramai menjelang pukul delapan malam. Meski ramai, pelayanan tetap cepat dan ramah. Sang penjual yang merupakan generasi penerus Pak Pur selalu melayani dengan senyum, tidak jarang menyapa pelanggan yang sudah ia kenal sejak kecil. Inilah pengalaman bersantap yang tidak bisa dibeli di restoran mewah: interaksi manusiawi yang tulus.

Dari sisi harga, seperti yang sudah disebutkan, sangat terjangkau. Dengan uang Rp 10.000, Anda sudah mendapatkan semangkuk ronde komplet dengan kuah jahe melimpah. Pilihan tambahan topping seperti roti atau telur (jika tersedia) memang sedikit menambah biaya, tetapi tetap dalam batas wajar. Inilah mengapa Wedang Ronde Pak Pur tidak hanya dicintai oleh para orang tua yang rindu masa lalu, tetapi juga anak muda yang ingin menikmati wedang autentik dengan budget pelajar. Warkini.com mencatat, transparansi harga dan porsi yang tidak pelit menjadi nilai tambah yang sangat diapresiasi oleh semua kalangan.

Penutup: Wedang Ronde Pak Pur adalah destinasi wajib bagi siapa pun yang mencari makanan khas Solo yang jujur, hangat, dan sehat. Di tengah gempuran minuman kekinian, seporsi ronde isi kacang jahe di sini adalah jawaban atas kerinduan akan tradisi yang tak lekang oleh waktu. Bawa serta teman, nikmati obrolan sambil mengelupas roti yang dicelup kuah jahe pekat, biarkan diri Anda larut dalam malam adem Kota Solo. Sempurna dikunjungi saat musim hujan atau kapan pun Anda butuh pelipur lara sederhana. Warkini.com merekomendasikan untuk datang lebih awal agar bisa memilih tempat duduk dan menikmati ronde dalam kondisi paling prima, langsung dari kuali. Jadi, kapan Anda akan menyambangi Jl. Brigjen Katamso dan membiarkan hangatnya Wedang Ronde Pak Pur memeluk Anda malam ini?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User