warkini.
Travel

Yaman — Pasukan Houthi Rebut Wilayah Strategis Selat Bab el-Mandeb

Ketegangan di kawasan Laut Merah kembali memuncak setelah kelompok Ansar Allah atau milisi Houthi mencatatkan kemajuan militer signifikan di pesisir barat

Yaman — Pasukan Houthi Rebut Wilayah Strategis Selat Bab el-Mandeb

Ketegangan di kawasan Laut Merah kembali memuncak setelah kelompok Ansar Allah atau milisi Houthi mencatatkan kemajuan militer signifikan di pesisir barat Yaman. Dalam hitungan hari, peta kendali militer di kawasan pesisir tersebut berubah drastis dan berpotensi mengubah peta geopolitik Timur Tengah.

Pasukan Houthi dilaporkan berhasil merebut Mocha, sebuah kota pelabuhan strategis di utara Selat Bab el-Mandeb. Tak berhenti di situ, pasukan terus merangsek maju menuju Dhubab dan Pulau Mayyun (Pulau Perim) yang terletak tepat di mulut selat sempit tersebut. Di saat yang sama, kelompok ini juga memperkuat cengkeramannya di sekitar Kepulauan Hanish.

Pergeseran Cepat di Pesisir Barat Yaman

Langkah taktis milisi Houthi ini dipandang bukan lagi sekadar perebutan wilayah internal Yaman dalam perang melawan pemerintah dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Manuver ini menandai pergerakan langsung kelompok tersebut menuju salah satu chokepoint (titik sempit maritim) paling vital di dunia.

Dengan menguasai titik-titik krusial di sepanjang garis pantai barat, Houthi kini memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat di hadapan komunitas internasional. Sejumlah wilayah penting yang kini berada di bawah kendali maupun ancaman langsung Houthi meliputi:

  • Pelabuhan Mocha: Gerbang pelabuhan strategis di sebelah utara Bab el-Mandeb.
  • Dhubab: Wilayah pesisir yang memberikan akses tembak langsung ke jalur pelayaran.
  • Pulau Mayyun (Perim): Pulau yang membagi Selat Bab el-Mandeb menjadi dua saluran pelayaran.
  • Kepulauan Hanish: Gugusan pulau strategis di Laut Merah bagian selatan.

Ancaman Nyata bagi Jalur Perdagangan Global

Selat Bab el-Mandeb merupakan urat nadi perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden serta Samudra Hindia. Melalui jalur inilah jutaan barel minyak mentah, gas alam cair (LNG), serta ribuan kontainer barang manufaktur bergerak setiap harinya menuju Terusan Suez dan Eropa.

Meskipun pihak milisi menegaskan tidak berniat menutup selat secara total, kendali teritorial memberi mereka alat tawar strategis. Houthi dapat menaikkan atau menurunkan tingkat risiko bagi kapal-kapal komersial sewaktu-waktu sesuai dengan kepentingan politik dan militer mereka.

Klaim Keamanan dan Tekanan bagi Arab Saudi

Di sisi lain, juru bicara Houthi, Mohammed Abdulsalam, menyatakan bahwa jalur pelayaran internasional di Laut Merah tetap terbuka dan aman untuk dilintasi kapal-kapal niaga, kecuali kapal-kapal yang berafiliasi dengan musuh militer mereka.

"Perdagangan internasional yang melintasi Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb tetap aman serta tidak terganggu, sementara pembatasan terhadap pelayaran yang terkait dengan Arab Saudi tetap diberlakukan," tegas Mohammed Abdulsalam.

Kendati ada klaim tersebut, kemajuan teritorial ini memberikan tekanan baru yang sangat berat bagi Arab Saudi. Riyadh kini menghadapi ancaman langsung tepat di perbatasan maritim selatannya, sementara pelaku industri pelayaran global kembali waspada terhadap potensi lonjakan biaya premi asuransi dan ancaman gangguan logistik dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS jovan-pratama

Reporter Kuliner. Food enthusiast. Review restoran, resep, dan tren makanan.

Comments (0)

User