YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi

Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Energi Primer Indonesia (EPI) kembali menegaskan perannya dalam pembangunan sosial melalui program wisata edukasi bertema ling

Jul 11, 2026 - 10:50
0 1
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi

Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Energi Primer Indonesia (EPI) kembali menegaskan perannya dalam pembangunan sosial melalui program wisata edukasi bertema lingkungan. Tidak hanya berorientasi pada bantuan material, program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai ekologis sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan karakter di kalangan pelajar. Inisiatif ini menyasar siswa sekolah menengah atas dan kejuruan di wilayah yang berdekatan dengan instalasi energi milik PLN, dengan tujuan mencetak generasi muda yang peduli dan paham teknologi ramah lingkungan.

Mengapa Pendidikan Lingkungan?

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2024) menunjukkan indeks literasi lingkungan remaja Indonesia masih berada pada angka 54,3 dari skala 100, menandakan rendahnya pemahaman dan kesadaran ekologis. Melihat kesenjangan ini, YBM PLN EPI merasa terpanggil untuk menghadirkan solusi inovatif di luar ruang kelas. Program ini menargetkan 500 siswa dalam tahap awal, dengan pendanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebesar Rp1,8 miliar yang dialokasikan untuk transportasi, akomodasi, modul pembelajaran, dan fasilitas pendampingan.

Rangkaian Kegiatan Wisata Edukasi

Berlangsung pada pertengahan Oktober 2025, program ini mengemas tiga hari penuh eksplorasi dan praktik lapangan. Berikut kronologi detailnya:

  1. Hari Pertama, 14 Oktober 2025 – Pembekalan dan Orientasi
    Sebanyak 200 siswa dari SMAN 3 Depok, SMKN 1 Gunung Putri, dan MA Al-Irsyad berkumpul di aula Kantor Pusat YBM PLN EPI. Mereka mendapatkan pemaparan tentang konsep energi bersih, krisis iklim, dan peran individu dalam transisi energi. Sesi ini dibuka oleh Kepala Divisi CSR, disertai pre-test untuk mengukur pengetahuan awal.
  2. Hari Kedua, 15 Oktober 2025 – Kunjungan ke PLTS Atap dan Bank Sampah
    Peserta dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama mengunjungi PLTS Atap berkapasitas 200 kWp di kawasan Cibinong Science Center, menyaksikan langsung proses konversi cahaya matahari menjadi listrik yang mensuplai 30% kebutuhan energi gedung. Di sana, teknisi PLN memperagakan monitoring digital dan menjawab pertanyaan siswa seputar intermittency dan efisiensi panel. Sementara kloter kedua mendatangi Bank Sampah Induk Cipayung, mempelajari pemilahan, daur ulang, hingga pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak melalui pirolisis sederhana. Data pengelola menunjukkan setiap bulan bank sampah ini mampu mengurangi 12 ton sampah dari TPA.
  3. Hari Ketiga, 16 Oktober 2025 – Ekspedisi Mangrove dan Aksi Tanam
    Seluruh peserta menuju Pantai Indah Kapuk, kawasan restorasi mangrove seluas 3 hektare yang didukung PLN. Mereka melakukan penanaman 500 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata, mengamati fauna seperti kepiting dan burung pantai, serta mendiskusikan fungsi mangrove sebagai penyerap karbon biru. Dipimpin oleh ahli biologi kelautan dari LIPI, sesi ini memadukan teori dan praktik konservasi.
  4. Pasca-kunjungan – Presentasi Proyek Mini
    Dalam waktu dua minggu setelah ekskursi, setiap sekolah wajib merancang proyek lingkungan sederhana. Di depan panel juri dari PLN dan akademisi, mereka mempresentasikan ide seperti pembuatan biopori, instalasi panel surya mini, dan kampanye digital anti-sampah plastik. Lima proyek terpilih masing-masing memperoleh dana pengembangan sebesar Rp10 juta yang disalurkan melalui rekening sekolah.

Testimoni dan Hasil Evaluasi

Respon positif datang dari peserta dan guru. “Ini pertama kalinya saya melihat panel surya nyata. Saya ingin kuliah teknik elektro dan mengembangkan energi terbarukan di daerah saya,” ungkap Andi, siswa SMAN 3 Depok. Sementara Ibu Sari, guru biologi SMKN 1 Gunung Putri, menyatakan bahwa metode pembelajaran berbasis pengalaman ini memudahkan siswa mengaitkan konsep abstrak dengan realitas. Hasil post-test menunjukkan kenaikan pemahaman rata-rata sebesar 72% dibandingkan pre-test, mengindikasikan efektivitas program.

Keberlanjutan dan Sinergi

YBM PLN EPI tidak ingin program ini berhenti sebagai acara seremonial. Rencana tahun 2026 mencakup ekspansi ke tujuh provinsi dengan dana CSR yang ditingkatkan menjadi Rp3,2 miliar. Kerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat tengah dirintis untuk mengakreditasi modul wisata edukasi sebagai mata pelajaran muatan lokal. Selain itu, alumni program akan dibentuk menjadi “Duta Lingkungan Muda” yang bertugas mengampanyekan gaya hidup hijau di media sosial. Komitmen ini sejalan dengan target PLN menurunkan emisi karbon sebesar 29% pada 2030.

Melalui program ini, YBM PLN EPI membuktikan bahwa sinergi antara BUMN, lembaga filantropi, dan institusi pendidikan mampu menghasilkan terobosan dalam membangun karakter biru dan hijau bagi generasi penerus. Pendidikan lingkungan tidak lagi menjadi wacana, melainkan aksi nyata yang membekas di benak para pemuda.

[SOCIAL_TWEET]: "YBM PLN EPI gelar wisata edukasi lingkungan libatkan 200 siswa. Dari PLTS hingga tanam mangrove, siswa belajar langsung konservasi. Hasilnya? Pemahaman naik 72%! 🌱⚡ #PendidikanLingkungan #CSRPLN #EnergiBersih #GenerasiHijau"[SOCIAL_TG]: "🌿 YBM PLN EPI bangun kesadaran ekologi lewat Wisata Edukasi Lingkungan. Siswa diajak terjun langsung ke PLTS dan pantai mangrove, lalu rancang proyek hijau. Laju pemahaman naik 72%. Detail: [link]"

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User